IKLAN
Advetorial

Sediakan Koleksi Buku UTBK SBMPTN, Perpustakaan Daerah NTB Kerap Dikunjungi Siswa

Mataram (NTB Satu) – Sejumlah siswa meminjam berbagai koleksi buku tentang persiapan menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK–SBMPTN) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB. Ketersediaan buku referensi mengenai UTBK diharapkan mampu menunjang proses belajar siswa.

Pengunjung perpustakaan, Adam Zulfi Heriyanto mengatakan, buku-buku yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB cukup lengkap. Ia tidak kesusahan dalam mengakses bahan bacaan yang dibutuhkan.

IKLAN

“Karena buku-buku di Perpustakaan Daerah NTB ini boleh dipinjam dan tidak dikenai biaya sewa, saya jadi senang. Sebab, saya tidak perlu lagi membeli buku karena sudah disediakan oleh Perpustakaan Daerah,” ungkap siswa asal SMAN 3 Mataram, ditemui NTB Satu di Perpustakaan Daerah, Selasa, 10 Mei 2022.

Lebih lanjut, Adam menceritakan, telah meminjam buku Wangsit (Pawang Soal Sulit) HOTS SBMPTN Soshum 2022. Buku tersebut bakal membantu pembaca dalam memahami soal dan dapat dijadikan persiapan sebelum menghadapi SBMPTN. Selain itu, buku tersebut telah dilengkapi dengan berbagai macam prediksi soal SBMPTN paling baru.

“Buku-buku di perpustakaan sekolah saya, cenderung tidak lengkap. Hal itu membuat saya bingung. Apalagi, di masa pandemi kemarin, saya dan teman-teman dituntut untuk belajar melalui sistem dalam jaringan (daring),” ujar Adam.

Adam berharap agar buku-buku milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB makin banyak agar menunjang kebutuhan masyarakat akan bahan bacaan terpenuhi.

“Semoga saja makin banyak orang ke Perpustakaan Daerah NTB. Karena, berkunjung perpustakaan itu sangat menyenangkan,” tutur Adam.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah M.Ap., mengatakan, berbagai fasilitas yang tersedia dapat diakses oleh seluruh pengunjung. Bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan daerah juga terus diperbarui. Setelah itu, dilakukan pendataan mengenai buku yang paling banyak dimininati.

“Buku-bukunya diganti terus. Peredaran bukunya juga berlangsung bagus dan tetap dikawal oleh para pegawai. Ada bahan bacaan yang cetak dan bahan bacaan non-cetak,” ujar Julmanysah.

Julmansyah menerangkan, pelayanan mumpuni turut mendasari kepopuleran dan citra perpustakaan di kalangan masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button