IKLAN
Advetorial

Berugak yang Sejuk di Perpustakaan Daerah NTB Jadi Tempat Istirahat Pemustaka

Mataram (NTB Satu) – Berugak di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB terbuka untuk umum. Berugak sering dijadikan lokasi istirahat bagi para pemustaka atau pengguna perpustakaan manakala penat beraktivitas, karena suasananya nyaman dan sejuk.

Pengunjung Perpustakaan Daerah NTB, Dian Endang Lestari mengatakan, kerap berkunjung ke berugak milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB hanya untuk sekadar beristirahat setelah mengerjakan tugas kuliah. Selain itu, akses internet dan saluran listrik yang bebas pakai jadi alasan Dian betah di berugak milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB.

IKLAN

“Saya sering sekali mampir ke berugak ini. Lokasinya pun tidak jauh dari tempat saya berkuliah. Semoga, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB tetap mempertahankan kenyamanan semacam ini,” ungkap mahasiswi asal program studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram, ditemui NTB Satu di Perpustakaan Daerah NTB, Selasa, 10 Mei 2022.

Selanjutnya, Dian menceritakan, kunjungan ke Perpustakaan Daerah NTB sudah menjadi kewajiban bagi dirinya. Sebab, Dian mendapatkan ketenangan dan kenyamanan yang lebih.

“Terkadang, saya datang ke Perpustakaan Daerah NTB tidak untuk mengerjakan apa-apa selain nongkrong dan ngobrol bareng teman-teman dan menikmati waktu luang untuk beristirahat,” ujar Dian.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah, M.Ap., mengatakan, pelayanan mumpuni turut mendasari kepopuleran dan citra perpustakaan di kalangan masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa.

“Berbagai fasilitas, seperti buku elektronik dan non-elektronik, komputer, sabak elektronik, serta quora membuat para pengunjung menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang sering dikunjungi,” ungkap Julmansyah, ditemui NTB Satu di ruang kerjanya, Selasa, 12 April 2022.

Seluruh fasilitas yang tersedia bisa diakses oleh seluruh pengunjung. Bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan daerah terus diperbarui. Setelah itu, dilakukan pendataan mengenai buku yang paling banyak dimininati. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button