NTB

Bank Indonesia Diseminasi Hasil Kajian KPJU Unggulan UMKM Provinsi NTB

Mataram (NTB Satu) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB melaksanakan kegiatan diseminasi hasil kajian Komoditas, Produk dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Provinsi NTB secara virtual, Kamis 24 Februari 2022.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda se-Provinsi NTB bersama dengan OPD terkait di seluruh Provinsi NTB. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan diskusi panel dengan tema “Mendorong Pemulihan Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Pengembangan Sektor UMKM Unggulan Daerah”.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI NTB, Heru Saptaji mengatakan bahwa penelitian KPJU ini bekerjasama dengan Yayasan Berka Semi Strategika Bogor. Penelitian ini juga merupakan salah satu bentuk peran Bank Indonesia dalam rangka memberikan advisori bagi pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Heru mengatakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk memahami profil daerah, kebijakan pemerintah dan perbankan dalam pengembangan UMKM, memetakan tentang komoditas,produk atau jenis usaha unggulan daerah yang perlu menjadi prioritas untuk dikembangkan, serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi dalam pengembangan KPJU unggulan UMKM.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi menyampaikan apresiasinya atas penelitian KPJU unggulan yang dilaksanakan oleh KPwBI NTB bekerja sama dengan Yayasan Berka Semi Strategika. Ia juga mengatakan bahwa hasil penelitian KPJU unggulan ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh Pemda di Provinsi NTB sebagai basis dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan pengembangan UMKM di daerah.

Peneliti dari Yayasan Berka Semi Strategika Karebet Widjajakusuma memaparkan bahwa terdapat 10 KPJU unggulan di Provinsi NTB yaitu padi, jagung, tenun, warung makan, penjualan hasil pertanian, kopi bubuk, toko kelontong, ikan bandeng, udang vaname, dan kue tradisinal. 10 KPJU Unggulan di tingkat provinsi NTB ini dihasilkan dari penilaian kembali terhadap KPJU Unggulan di tingkat kabupaten/kota di seluruh NTB.

Di dalam hasil penelitiannya, Berka Semi Strategika juga menyampaikan beberapa rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi/lembaga penelitian serta perbankan.

Mengawali diskusi panel. Heru Saptaji memberikan penjelasan bahwa konteks dari pengembangan UMKM yang dilakukan BI di daerah, dilakukan melalui 2 pendekatan, yaitu pertama melihat eksisting potensial yang memang ada di suatu wilayah, salah satunya melalui penelitian KPJU unggulan ini.

Kedua yaitu melalui pendekatan hilirisasi value chain, yaitu ketika pasarnya terbuka maka sasaran program pengembangan akan dimulai dari sisi hulunya. Sebagai contoh program NTB genjot ekspor bekerja sama dengan berbagai stakeholders terkait yaitu pemerintah daerah, aggregator/eksportir, atase perdagangan dan lain-lain untuk memunculkan produk potensial yang belum muncul ke permukaan, misalnya produk vanili, sarang burung walet, lobster, dan produk ekspor lainnya. (ABG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button