NTB

Gelar Diskusi Kopi, Tuwa Kawa Coffee & Roastery Dorong Peningkatan Kualitas Barista NTB

Mataram (NTB Satu) – Demi menguatkan kapasitas Barista kopi di Mataram, Tuwa Kawa Coffee & Roastery , menggelar diskusi, Sabtu 6 November 2021 malam.

Kelas kopi ini dihadiri sejumlah Batista kopi di Mataram ini, mengundang Julian Gums dari Q Coffee Lab sebagai moderator.

Pembicara Doddy Samsura selaku Direktur One Fifteenth Coffee di Jakarta Selatan, Andika Ajie sebagai Owner Dewaji Coffee Lab dan Gabriella KF coffee influencer.

Ketiga pembicara sengaja diundang untuk sharing wawasan, ide, dan pengalaman dalam rangka meningkatkan pemahaman para barista di Mataram.

Keempatnya saat bersamaan hadir di Lombok sebagai juri di ajang Lombok Brewers Cup Competition 2021 yang berlangsung di Hotel Svarga, Senggigi, Lombok Barat, 2 – 7 November 2021. 

Owner Tuwa Kawa Mujiburrahman – dua dari kiri – bersama para pembicara. foto : istimewa

Owner Tuwa Kawa, Mujiburrahman, mengemukakan bahwa diskusi tersebut dilakukan untuk mengedukasi para barista lokal dan upaya mempromosikan sejumlah jenis kopi di NTB sebagai komoditas unggulan.

Menurut Mujib, sapaannya, peran barista sangat penting agar kopi di NTB bisa populer di level nasional maupun internasional.

“Para barista di NTB harus mempunyai segudang wawasan tentang kopi. Karena merekalah yang akan berhadapan dengan costumer,” ujarnya.

“Kalau barista gagal menarasikan tentang kopi yang diseduhkan pada costumer, khusunya kopi lokal NTB, maka kopi NTB akan sulit dikenal di nasional maupun internasional,” tambahnya.

Pihaknya kata Mujib, sangat percaya bahwa kopi lokal di NTB bisa mendapatkan posisi tawar yang tinggi jika berkolaborasi dari hulu ke hilir.

“Selain peran barista, keberadaan petani kopi dan proses roastery merupakan kunci utama penentu cita rasa kopi. Makanya kita harus berkolaborasi dari hulu ke hilir agar kopi di NTB bisa mendunia,” tegasnya.

Sementara Doddy Samsura menjelaskan bagaimana kiat-kiat menjadi barista yang handal dan profesional.

Bagi Direktur One Fifteenth Coffee ini, ada empat elemen yang mesti diasah oleh para barista, yaitu konowlegde (pengetahuan), skill (keahlian), costumer service (melayani pelanggan), dan yang tak kalah penting adalah attitude (sikap).

“Seorang barista yang baik, adalah mereka yang memiliki wawasan luas tentang kopi, keahlian membuat kopi, kemampuan berkomunikasi yang baik dengan pelanggan, dan merawat nilai attitude sebagai barista,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jika di antara empat poin tadi berfungsi di tubuh para barista, maka pelanggan akan menggemari suasana dan kopi yang telah disuguhkan.

Pembicara lain, Andika Ajie berpendapat bahwa barista harus memiliki kecerdasan manajemen individu dan mengelola kelompoknya.

Ia meyakini bahwa seorang barista yang cakap tidak lahir dari seorang diri. Melainkan kualitas itu dipengaruhi oleh cara mereka melayani rekan kerja, pelanggan, bahkan atasan.

“Barista itu harus pandai melayani costumer dengan setara dan sama. Tim kerja harus jalan supaya manajemen kopi berlangsung lancar. Belajar itu indah kalau dibawa senang,” pesan Andika.

Tuwa Kawa Coffee & Roastery, berencana untuk tetap melaksanakan diskusi kopi di tempat yang sama. Rencana tersebut kata Mujib, akan bermanfaat bagi citra kopi di NTB.

“Jika tidak ada kendala, pihak kami berencana mengadakan diskusi kopi setiap satu bulan sekali untuk membangun citra kopi daerah,” tutupnya. (DAA)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button