NTB

PMI asal Lombok Tengah Tewas Ditabrak, Jenazah Masih Tertahan di Arab Saudi

Mataram (NTB Satu) – Kabar duka dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi.
Rohani Salbiyah Samsudin (51), PMI asal Desa Montong Gamang Kelurahan Tiwu Galih Kecamatan Praya Lombok Tengah, tewas diduga tertabrak kendaraan di jalan raya. Jenazah saat ini masih tertahan di Negara Timur Tengah itu karena pelaku masih dalam proses hukum.

Berita duka itu diterima pihak keluarga Selasa (27/10) lalu sekitar Pukul 04.30 WIT.

Kronologinya, berawal ketika korban keluar rumah majikannya Ali Mohy Al-Shamrani untuk membuang sampah. Saat itu waktu Arab Saudi menunjukkan pukul 12.30.

Namun korban tidak kunjung kembali ke rumah tempat majikannya. Setelah sekitar satu jam, pihak keluarga Ali Mohy Al-Shamrani dikejutkan dengan panggilan telpon dari kepolisian Arab Saudi.

“Ibu Rohani ditabrak mobil. Pukul 1.15 (waktu Arab), ibu Rohani sudah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit Arab Saudi dan berada dalam lemari es,” demikian kronologi tertulis yang diterima ntbsatu.com.

Setelah menerima berita duka tersebut, keluarga korban dalam kondisi duka mendalam meminta jenazah dibawa pulang ke Praya.

Untungnya, keluarga Ali Mohy Al-Shamrani siap mengurus semua keperluan surat – surat yang menjadi prosedur pemulangan.

Majikan korban, Ali Mohy Al-Shamrani sanggup membayar berapapun biaya dibutuhkan untuk mengantarkan jenazah Rohani.Bbahkan akan tetap memastikan setiap prosedurnya berjalan dengan baik dan dipercepat.

Hanya saja, dalam perkembangannya, pemulangan jenazah Rohani masih belum dapat dipastikan karena proses hukum pelaku yang menabrak.

Saat ini proses itu sedang berlangsung, sementara jenazah korban sudah dipindah ke kantor kepolisian Arab.

Pihak keluarga pun semakin khawatir, karena setelah berkonsultasi dengan KJRI masih belum ada kepastian kapan akan dipulangkan dan di makamkan.

Terlebih sudah sampai dua pekan, membuat pihak keluarga semakin cemas dan berharap jenazah segera dibawa untuk dimakamkan di Lombok Tengah.

Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi membenarkan kejadian itu. Saat ini, kata Gde yang dihubungi Kamis (7/10), pemulangan jenazah masih menunggu proses penanganan kasus hukum oleh kepolisian setempat.

“Karena penyebab kematian adalah korban ditabrak. Juga menunggu ijin dari kerajaan setempat. Sementara pihak majikan akan menanggung seluruh biaya,” terang Gde. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button