NTB

Temuan Mirip Artefak Saat Gali Kubur di Bima Ditawar Puluhan Juta

Mataram (NTB Satu) – Temuan sejumlah benda unik mirip artefak kerajaan masa lampau di Kota Bima beberapa waktu lalu, memantik perhatian banyak pihak. Dari dalam daerah, mulai muncul negosiasi untuk menawar temuan penggali kubur di Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota Kota Bima.

Tawaran itu datang dari Museum Samparaja Bima. “Sudah ditawar pengelola museum Simparaja Bima Rp 70 juta,” kata Kabid Kebudayaan, Dikbud Kota Bima, Munawar.

IKLAN

Tapi tawaran itu belum direspon warga yang menemukan benda benda tersebut, dengan alasan tergiur dengan isu tawaran dari luar yang nilainya lebih.

Museum Simparaja yang didirikan Hj. Sitti Maryam, putri ke – 7 Raja Kesultanan Bima diketahui memang getol memburu naskah kuno dan benda benda peninggalan era Kesultanan Bima.

Munawar juga mengakui, Pemkot Bima sudah mengajukan tawaran untuk membayar empat jenis benda yang diklaim peninggalan Ncuhi– sebutan penguasa wilayah – itu, namun warga bergeming dan terkesan “jual mahal”.

Bahkan pihaknya sudah menawarkan harga setara nilai emas dengan mengujinya di lab milik Pegadaian. “Kami bahkan ajak cek langsung di Pegadaian, uji berapa kadar emasnya untuk kita bayar. Tapi nampaknya warga belum tertarik,” kata Munawar.

Namun terlepas dari itu, pihaknya menyarankan agar warga tidak terburu buru menjual benda tersebut, karena masih dalam proses penyelidikan dan penelitian dari para ahli arkelologi.

Ini untuk memastikan beberapa hal. Pertama kepastian bahwa benda tersebut memang asalnya dari zaman purbakala, harus dilakukan uji laboratorium. Kedua, jika memang benda purbakala, maka akan berlanjut penelusurannya pada sumber sejarah masa lampau benda tersebut.

Apalagi sudah dikait kaitkan dengan peninggalan Ncuhi Banggapupa yang pernah tinggal di sekitar tempat tersebut. Empat jenis benda yang ditemukan itu, satu cicin warna keemasan, satu cincin perak dengan motif aladin, dua gelang warna emas dan satu berbentuk tusuk konde.

Sejauh ini pihaknya masih menunggu kabar kepastian tim Arkeolog untuk turun melakukan penelitian. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button