Pemerintahan

Inspektorat NTB Mulai Audit Pabrik Mangkrak di Brida

Mataram (NTBSatu) – Audit tiga pabrik mangkrak di Kawasan Science Technology and Industrial (STI) Park Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, sudah berjalan. 

Inspektorat NTB sudah menurunkan timnya untuk melakukan audit tiga pabrik pakan tersebut. “Sudah tiga hari (tim berjalan) lakukan audit,” kata Inspektur Inspektorat NTB, Budi Herman, Rabu, 6 Mei 2026. 

Pemeriksaan awal ini, kata Budi, merupakan pemeriksaan pendahuluan. Mengumpulkan data dan mencari tahu apakah aktivitas pada pabrik itu sebelumnya wajar atau tidak.  “Tahap awal ini dia pemeriksaan pendahuluan,” ujarnya.

IKLAN

Audit ini akan dilakukan dalam waktu yang tidak ditentukan. Namun, ditargetkan akan selesai dalam waktu secepatnya.  “Targetnya secepatnya, karena ini agak kompleks,” katanya. 

Ditanya data awal yang sudah dikumpulkan, Budi tidak membeberkannya. Ia menegaskan, akan disampaikan setelah proses audit rampung. 

“Tidak, jangan ngomong data awal. Yang penting nanti setelah selesai kita sampaikan,” ujarnya.

“Bidik” Sejak Lama

Sebelumnya, Budi menyebutkan, pihaknya sudah “membidik” keberadaan tiga pabrik pakan mangkrak tersebut sejak lama. Namun, untuk agenda pemeriksaannya terhambat oleh sejumlah kegiatan lain. Mengingat, sejak Januari Inspektorat sudah bergerak melakukan pengawasan di Sumbawa, Dompu, maupun Bima. 

“Kalau Brida kan saya fokusnya dari dulu memang. Tetapi kan ada kegiatan lain. Inspektorat dari 1 Januari itu langsung ke Sumbawa, ke ini, dan itu,” ungkapnya. 

Ia sangat menyayangkan keberadaan pabrik-pabrik itu tidak dimanfaatkan secara maksimal. Apalagi proses Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak investor memakan waktu yang lama. 

“Kan itu kalau tidak dimanfaatkan betul secara maksimal sayang betul itu, karena untuk membuat itu jadi sebuah PKS prosesnya panjang dan makan waktu serta biaya juga. Jadi kalau dibiarkan sangat disayangkan,” ungkapnya. 

Ia juga mengungkapkan, selain Brida, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain juga sudah meminta dilakukan audit oleh Inspektorat. Seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas PUPRPKP, dan sebagainya. 

“Hampir seluruh OPD ( minta audit),” tutupnya. 

Mangkrak dan Tidak Beroperasi

Sebagai informasi, tiga pabrik pakan yang berlokasi di Kawasan Science Technology and Industrial (STI) Park Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, kini mangkrak dan tidak beroperasi. 

Kepala Brida NTB, I Gede Putu Aryadi menyampaikan, pabrik ini dibangun sejak tahun 2020 lalu. Kemudian, diresmikan pada tahun 2023, saat masa kepemimpinan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. 

“Pabrik itu dibangun sejak 2020 lalu, kini sudah mangkrak,” ujar Aryadi, Senin, 20 April 2026. 

Ditanya berapa nilai proyek pembangunan pabrik tersebut, ia mengaku tidak mengetahuinya. Menyusul, ia baru menjabat sebagai Kepala Brida.

Namun ia menegaskan, keberadaan pabrik tersebut sudah lama tidak beroperasi.  “Kalau itu (nilai proyek) saya kurang tahu,” ujarnya. 

Setelah bertahun-tahun mangkrak dan tidak ada kegiatan, memaksa Brida NTB melayangkan surat kepada Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh. Hal ini sebagai dasar untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.

Feedmill sejak saya di sana memang tidak pernah operasi. Sehingga saya minta kemarin diaudit dulu,” ungkapnya. 

Ia menegaskan, permintaan audit ini karena ingin mengungkap secara terang siapa pihak yang sebenarnya memiliki kewenangan dalam pengelolaan pabrik tersebut.  “Kita berharap, audit ini mampu menjawab persoalan utama, mengapa pabrik yang telah dikontrak selama tiga tahun itu tak kunjung beroperasi,” ujarnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button