Nasional

Tiga Fenomena Langit Berlangsung 12 Agustus 2026: Dari Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

Mataram (NTBSatu) – Tiga fenomena astronomi penting yang terdiri dari gerhana matahari total, parade enam planet sejajar, hingga puncak hujan meteor Perseid berlangsung dan mewarnai langit pada pertengahan Agustus 2026.

Rangkaian peristiwa antariksa yang terjadi secara berurutan dalam periode yang berdekatan ini menarik perhatian para pengamat langit dan masyarakat luas yang ingin menyaksikan keindahan fenomena alam tersebut. Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, membenarkan hal tersebut.

​”Gerhana matahari tidak bisa terlihat dari Indonesia. GMT terjadi di sekitar kutub utara. Di Indonesia saat itu dini hari 13 Agustus 2026,” ujarnya kepada NTBSatu pada Senin, 10 Agustus 2026.

IKLAN

​Meskipun fenomena gerhana berada di luar jangkauan pengamatan wilayah Nusantara, masyarakat Indonesia tetap dapat menikmati dua fenomena astronomi lainnya langsung dari bumi pertiwi pada momen tersebut.

Gerhana Matahari Total

Fenomena gerhana matahari total (GMT) menjadi salah satu peristiwa langit utama pada periode ini. Namun, lintasan bayangan inti bulan yang menutup penuh cahaya matahari hanya melewati kawasan kutub utara dan sekitarnya.

​”Gerhana matahari tidak bisa terlihat dari Indonesia,” tegas Thomas.

​Peristiwa ini bertepatan dengan waktu dini hari pada 13 Agustus 2026 WIB di Indonesia. Sehingga masyarakat lokal tidak dapat mengamati fenomena penutupan piringan matahari tersebut secara langsung.

Parade Enam Planet

Sementara itu, fenomena parade planet memperlihatkan enam benda langit yang berjejer dalam satu baris dari arah timur ke barat. Pemandangan ini mulai terlihat menjelang matahari terbit pada 11 Agustus 2026.

Enam planet yang berada dalam konfigurasi sejajar tersebut meliputi Jupiter, Merkurius, Mars, Uranus, Saturnus, dan Neptunus.

​”Yang mungkin terlihat dengan mata hanya Jupiter, Merkurius, Mars, dan Saturnus yang tampak sebagai bintang redup,” kata Thomas.

​Dua planet lainnya, yakni Uranus dan Neptunus, memerlukan alat bantu seperti teleskop atau teropong bintang agar dapat terlihat jelas oleh pengamat di bumi karena tingkat kecerahannya yang sangat rendah.

Puncak Hujan Meteor Perseid

Selain parade planet, puncak hujan meteor Perseid menjadi pertunjukan langit yang paling dinantikan. Pengamat di wilayah Indonesia dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung pada dini hari 12 Agustus 2026 hingga memasuki waktu subuh.

​”Hujan meteor Perseid dapat dilihat dini hari 12/8 sampai subuh di arah timur laut,” tuturnya.

​Masyarakat yang ingin mengamati fenomena hujan meteor Perseid tidak perlu menggunakan peralatan khusus. Pengamatan secara langsung dengan mata telanjang dapat berjalan optimal apabila kondisi cuaca cerah dan area pengamatan bebas dari polusi cahaya kota. (*)

Artikel Terkait