Istana Ungkap Alasan Prabowo dan Gibran Tak Duduk Berdampingan di Sidang Kabinet
Jakarta (NTBSatu) – Istana menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming, tidak duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo harus duduk di tengah agar dapat menggunakan teleprompter.
Adapun Prabowo menggunakan teleprompter itu untuk membaca data soal capaian pemerintah selama ini.
“Di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program. Maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan, karena banyaknya program itu juga harus kita ikuti atau dukung dengan data-data. Maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter,” jelasnya mengutip live YouTube Sekretariat Presiden.
Oleh karenanya, Prabowo duduk di tengah-tengah agar dapat membaca teleprompter.
Sementara terkait posisi Gibran yang duduk di sebelah menteri, menurut Prasetyo, hal tersebut hanya untuk kebutuhan teknis. Mensesneg pun meminta hal ini tidak perlu dipersoalkan.
“Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout. Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah,” kata Prasetyo.
“Dan kalau yang menjadi pertanyannya adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” sambung dia.
Sebagai informasi, dalam sidang kabinet di Istana pada Senin, 20 Juli 2026, Prabowo terlihat duduk seorang diri menghadap para pembantunya.
Sementara Gibran terlihat duduk di barisan kursi yang sejajar dengan para menteri. Hal itu menjadi sorotan di media sosial karena Prabowo dan Gibran biasanya selalu duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna. (*)




