Tiga Hari Tak Ada Kabar, Pria di Mataram Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos
Mataram (NTBSatu) – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos wilayah Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram pada Minggu, 24 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 Wita.
Kapolsek Mataram, AKP Amrozi Hamidi menyebut, korban bernama Muhammad Fahmi Al Bakri. Pria berusia 50 tahun itu merupakan warga Lingkungan Karang Bedil, Kelurahan Mataram Timur.
“Jasad korban pertama kali ditemukan kakak kandungnya, Abdullah sekitar pukul 21.00 Wita,” katanya, Senin, 25 Mei 2026.
Karena sudah tiga hari tidak saling berkomunikasi, Abdullah memutuskan datang ke kamar kos korban untuk mengecek kondisinya. Saat berada di lokasi, ia mendapati korban sudah dalam posisi terlentang tanpa busana.
Kondisi korban saat itu mengeluarkan darah dari area mulut, hidung, dan telinga. Melihat situasi tersebut, saksi langsung meminta bantuan warga sekitar untuk melapor ke Polsek Mataram.
“Kami langsung meluncur ke lokasi begitu menerima laporan untuk melakukan cek TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ujar Kapolsek.
Selain itu, kepolisian juga menginterogasi sejumlah saksi yang terakhir kali berkomunikasi dengan korban. Salah satunya Saugi, adik almarhum.
Kepada polisi Saugi mengaku, terakhir kali berkomunikasi lewat telepon pada Kamis malam, 21 Mei. Saat itu korban sempat mengabarkan berencana pulang ke rumah adiknya di Lingkungan Taman Indah, Kelurahan Pagesangan Timur.
Sementara itu, I Gede Wijaya selaku pemilik kos mengaku terakhir bertatap muka dengan Fahmi pada 20 Mei 2026. “Saat korban melakukan pembayaran uang sewa kos,” ucap AKP Amrozi.
Saat ini, kepolisian masih menyelidiki untuk penyebab pasti kematian pria usia 50 tahun tersebut. Namun, berdasarkan catatan medis dan keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit kronis.
“Dari keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya memiliki riwayat mengidap penyakit liver atau hepatitis,” tambah Kapolsek.
Polsek Mataram telah berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Mataram dan Rumah Sakit Bhayangkara, untuk keperluan evakuasi. “Juga sudah dilakukan visum untuk memastikan penyebab kematian korban,” tutupnya. (*)




