Hukrim

Jejak Aktivitas Terakhir Mahasiswi Unram asal KSB Sebelum Ditemukan Meninggal

Mataram (NTBSatu)Seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) inisial NDR (21) asal Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), ditemukan meninggal di kamar kosnya pada Minggu, 17 Mei 2026.  Sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berada di Kelurahan Gomong, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan NDR.

Korban rupanya sempat membeli voucher internet untuk berkomunikasi melalui pesan singkat. Saat ini, aparat kepolisian juga masih merangkai garis waktu aktivitas terakhir mahasiswi asal KSB tersebut guna menyelidiki penyebab kematiannya.

Aktivitas Terakhir Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi, pihak kepolisian menyusun garis waktu aktivitas korban dalam tiga hari sebelum menemukan jenazahnya.

IKLAN

Sebelumnya, pihak polisi menyebut, korban masih sempat berinteraksi secara fisik pada Jumat malam, 15 Mei 2026. Ia masih sempat bertemu dengan saksi kedua, yakni Wine Arnija (23).

Wine yang juga merupakan seorang mahasiswa menjelaskan, ia terakhir kali bertemu langsung dengan korban sekitar pukul 21.00 Wita untuk membeli voucher internet.

Memasuki hari Sabtu dini hari, 16 Mei 2026, korban masih berkomunikasi melalui aplikasi pesan singkat bersama teman satu kampungnya, yaitu saksi kedua Karelleta Rawi Beauty (22).

IKLAN

Dari keterangan Karelleta, ia masih sempat bertukar pesan WhatsApp dengan korban hingga pukul 02.00 Wita. Saat komunikasi tersebut berlangsung, saksi masih berada di Jakarta.

Ponsel Tidak Aktif dan Motor Hilang

Saksi mulai merasakan kejanggalan sejak Minggu, 17 Mei 2026, karena sejak pagi hari nomor ponsel milik korban sudah tidak bisa dihubungi atau berada dalam keadaan tidak aktif.

Sekitar pukul 15.00 Wita, saksi Karelleta yang baru tiba dari Jakarta mencoba mendatangi kos korban. Namun, ketukan pintu tidak mendapat respons.

Saat itu, saksi menggambarkan jika kamar korban dalam keadaan gelap karena lampu tidak menyala. Tetangga kos di lokasi juga mengaku, tidak melihat keberadaan korban sejak beberapa waktu terakhir.

Selain kamar yang gelap gulita, sepeda motor milik korban juga tidak terlihat di lokasi parkir. Keterangan dari Kepala Lingkungan Gomong Sakura, H. Muhammad Bahaudin (51) memperkuat keadaan tersebut.

Saat melakukan patroli wilayah pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, Bahaudin mengaku sempat memeriksa area kos dan melihat kamar korban gelap serta sepeda motor sudah tidak ada.

Olah TKP Awal

Penemuan jasad korban setelah Karelleta kembali ke kos bersama sepupunya pukul 21.00 Wita. Saksi menggunakan senter untuk mengintip melalui ventilasi dan mencium bau tidak sedap.

Korban akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang di atas kasur. Pada pukul 23.30 Wita, Polsek Selaparang tiba untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal sembari memasang garis polisi.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari satu unit laptop beserta pengisinya (charger), sebuah pelindung ponsel (casing) berwarna merah muda, jilbab merah muda, serta celana panjang kain berwarna hitam.

Hingga saat ini, berdasarkan hasil otopsi, pihak kepolisian menduga adanya tindak pidana dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. (*) 

Artikel Terkait

Back to top button