Komunitas Anak Muda Lingkara Siapkan Aksi Pesisir Lestari usai Ikut Gerakan Tobat Ekologis
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Di tengah semangat memulihkan pesisir Labuhan Alas, ada deretan anak muda yang memilih turun langsung ke lumpur, membawa bibit mangrove, lalu menanam harapan untuk masa depan.
Mereka tergabung dalam komunitas Lingkara Sumbawa. Salah satu komunitas yang ikut ambil bagian dalam Gerakan Tobat Ekologis yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup bersama PT Freeport Indonesia di Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Selasa, 7 Juli 2026.
Bagi komunitas tersebut, kegiatan itu bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan melalui aksi nyata.
Ketua lingkara Sumbawa, Devira Bunga Ayudya, S.I.Kom, mengatakan, kegiatan rehabilitasi mangrove itu menjadi kali kedua yang diikuti tim lingkara. Agenda tersebut sebelumnya sempat tertunda karena Menteri Lingkungan Hidup harus memenuhi panggilan Presiden.
“Hari ini menjadi kali kedua tim lingkara berangkat ke Kecamatan Alas untuk menghadiri kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan PT Freeport Indonesia. Meski agenda ini sempat tertunda karena Bapak Menteri harus memenuhi panggilan Presiden, kami bersyukur kegiatan tersebut akhirnya tetap dapat terlaksana,” ujarnya kepada NTBSatu setelah balik dari kegiatan.
Siapkan Aksi Mangrove
Menurut Devira, gerakan Tobat Ekologis memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menanam mangrove. Gerakan tersebut mengajak masyarakat membangun kembali hubungan yang harmonis dengan alam melalui kolaborasi dan rasa tanggung jawab bersama.
“Bagi lingkara, gerakan Tobat Ekologis bukan sekadar menanam mangrove. Namun merupakan komitmen untuk memulihkan hubungan manusia dengan alam melalui aksi nyata, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia juga mengaku bangga setelah Menteri Lingkungan Hidup memberikan apresiasi kepada lingkara. Apresiasi itu sebagai komunitas anak muda yang konsisten bergerak di bidang lingkungan. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi energi baru bagi para relawan untuk terus menghadirkan gerakan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan kelestarian alam.
Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, lanjut Devira, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan pesan yang paling membekas bagi seluruh relawan lingkara.
“Beliau menyampaikan bahwa orang yang benar-benar peduli terhadap lingkungan adalah mereka yang menghargai budayanya dan menghormati Tuhannya. Pesan ini mengingatkan kami bahwa menjaga alam bukan hanya kewajiban ekologis. Namun juga wujud penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan spiritual yang menjadi identitas bangsa,” tuturnya.
Komitmen itu akan berlanjut pada 26 Juli 2026, bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia. lingkara telah menyiapkan Aksi Pesisir Lestari. Sebuah gerakan penanaman dan restorasi mangrove untuk mendukung semangat Tobat Ekologis sekaligus memperkuat Program Sumbawa Hijau Lestari.
“Kami percaya setiap pohon yang ditanam hari ini adalah warisan kehidupan yang akan dinikmati oleh generasi mendatang,” tutup Devira. (*)




