Pemkab Sumbawa Gelontorkan Rp1 Miliar Lebih untuk Perbaiki Sekolah Rusak
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mengalokasikan Rp1 miliar lebih dari APBD Tahun 2026, untuk merehabilitasi sejumlah SD dan SMP yang mengalami kerusakan fasilitas belajar. Program ini berfokus pada perbaikan ruang kelas, sanitasi sekolah, hingga pengadaan perlengkapan belajar guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pendidikan.
Anggaran rehabilitasi tersebut bersumber dari direktif dan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD. Penganggaran sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi sarana pendidikan yang mulai menua dan membutuhkan penanganan segera.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Muhammad Husnul Alwan mengatakan, pemerintah daerah tetap memprioritaskan sektor pendidikan meskipun di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah mengalokasikan Rp1 miliar lebih untuk program rehabilitasi SD dan SMP. Melalui direktif dan Pokir DPRD,” kata Alwan kepada NTBSatu, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, sebagian besar kerusakan sekolah terjadi akibat usia bangunan yang sudah cukup tua. Sehingga, membutuhkan pembenahan bertahap agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu.
“Kondisi sejumlah sekolah memang membutuhkan perhatian serius, terutama pada ruang belajar dan fasilitas penunjang yang mulai mengalami penurunan kualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rehabilitasi tidak hanya menyasar bangunan ruang kelas, tetapi juga fasilitas pendukung seperti toilet sekolah dan pengadaan mebel atau perlengkapan belajar.
“Perbaikan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik,” jelasnya.
Saat ini, tim teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa masih merampungkan tahap perencanaan sebelum pekerjaan fisik mulai. Pelaksanaan rehabilitasi ditargetkan berjalan mulai Juni 2026 dengan sistem kontraktual.
“Proses perencanaan sedang kami finalisasi agar pelaksanaan di lapangan bisa berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan sekolah,” ungkapnya.
Pemkab Sumbawa berharap, program rehabilitasi tersebut dapat memperkuat kualitas sarana pendidikan sekaligus mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal di Kabupaten Sumbawa.
“Meski kemampuan anggaran daerah terbatas, komitmen pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang layak tetap menjadi prioritas,” tutupnya. (Marwah)




