Sumbawa

Enam Desa Pesisir Sumbawa Lolos Program Kampung Nelayan Merah Putih

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kabupaten Sumbawa kembali mencatatkan capaian penting di sektor kelautan dan perikanan. Sebanyak enam desa pesisir lolos sebagai penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap III Tahun Anggaran 2026.

Hasil ini setelah lolos proses verifikasi dan survei lapangan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat menyampaikan, penetapan itu sekaligus memperkuat posisi Sumbawa sebagai salah satu daerah yang konsisten memperoleh dukungan program strategis nasional untuk pengembangan kawasan pesisir.

IKLAN

Ia mengatakan, Pemkab Sumbawa mengusulkan delapan desa. Sebanyak enam desa berhasil lolos seluruh tahapan seleksi dan ditetapkan sebagai penerima program.

“Alhamdulillah, dari delapan desa yang kami usulkan, enam desa lolos verifikasi dan survei lapangan oleh tim teknis KKP-RI. Ini capaian yang sangat menggembirakan bagi masyarakat pesisir Sumbawa,” ujar Rahmat, Rabu 3 Juni 2026.

Enam desa yang akan menerima intervensi program tersebut yakni Desa Labuhan Alas di Kecamatan Alas, Desa Pulau Kaung dan Desa Labuhan Burung di Kecamatan Buer. Kemudian, Desa Labuhan Mapin di Kecamatan Alas Barat, Desa Teluk Santong di Kecamatan Plampang, serta Desa Labuhan Jambu di Kecamatan Tarano.

IKLAN

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kawasan pesisir Sumbawa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kampung nelayan yang lebih modern, tertata, dan produktif.

“Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana menciptakan kawasan pesisir yang lebih layak, produktif, sehat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” katanya.

Pembangunan Fisik Mulai Tahun Ini

Pasca-penetapan, KKP RI saat ini mulai mempercepat penyusunan Detail Engineering Design (DED). Sebagai dasar pelaksanaan pembangunan di lapangan. Penyusunan dokumen teknis tersebut melibatkan konsultan yang ditunjuk langsung oleh kementerian.

“Saat ini proses penyusunan DED sedang berjalan. Ini menjadi tahapan penting karena akan menjadi acuan pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di masing-masing desa penerima program,” jelasnya.

Ia juga optimistis masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melihat realisasi program tersebut. Dengan skema penganggaran multiyears, perkiraannya pembangunan fisik dapat mulai berjalan dalam tahun ini.

“Kami optimis pekerjaan fisik sudah bisa mulai tahun ini. Sistem multiyears memberikan ruang agar pembangunan bisa secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap, program KNMP mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan infrastruktur pendukung aktivitas perikanan dan usaha nelayan.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika fasilitas membaik, aktivitas ekonomi tumbuh, maka pendapatan masyarakat nelayan juga akan meningkat,” tambahnya.

Keberhasilan enam desa tersebut melanjutkan tren positif Kabupaten Sumbawa dalam memperoleh Program Kampung Nelayan Merah Putih. Sebelumnya, KNMP Tahap I di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, telah rampung dan manfaatnya mulai masyarakat rasakan. Sementara KNMP Tahap II di Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge, saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik.

“Kepercayaan pemerintah pusat ini harus dijaga bersama. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung agar program berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi desa-desa penerima,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button