Bupati Lombok Timur Janjikan Sekolah Rakyat Punya Fasilitas Kesehatan hingga Sarana Olahraga
Lombok Timur (NTBSatu) – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin memastikan Pemkab Lombok Timur akan menyediakan fasilitas kesehatan dan sarana olahraga di kawasan Sekolah Rakyat Dasar (SRD). Langkah ini menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap lokasi sekolah yang cukup jauh dari layanan kesehatan.
H. Iron, sapaan akrabnya menyampaikan kepastian tersebut saat menghadiri peringatan HUT ke-48 Yayasan Siti Khadijah, Rabu, 22 Juli 2026.
Sebelumnya, pihak Sekolah Rakyat Dasar (SRD) Tiga Lombok Timur sempat mengkhawatirkan lokasi pembangunan gedung permanen. Mereka menilai, jarak menuju fasilitas kesehatan cukup jauh, sehingga memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.
Ia menjelaskan, pemerintah telah memasukkan layanan kesehatan sebagai bagian dari fasilitas penunjang di kawasan Sekolah Rakyat.
“Semua sarana sudah kami siapkan di sana. Baik fasilitas kesehatan maupun tempat olahraga sudah tersedia di sekolah itu. Jadi aman saja,” ujarnya, Rabu, 22 Juli 2026.
Selain menyiapkan fasilitas, Pemkab Lombok Timur juga terus mengurus pembangunan gedung permanen. Saat ini pemerintah masih merampungkan administrasi lahan yang akan digunakan.
Status Lahan masih LSD
H. Iron mengatakan, lokasi yang disiapkan saat ini masih berstatus Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD). Oleh karena itu, Pemkab Lombok Timur sedang mengurus pelepasan lahan ke Kementerian Pertanian sebelum memulai pembangunan.
“Karena statusnya LSD (lahan sawah yang dilindungi), kami harus meminta pelepasan dulu dari Menteri Pertanian, kemudian kami ganti dengan lahan lain. Sekarang sedang saya urus,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Lombok Timur mulai menyiapkan pelaksanaan Sekolah Rakyat. Sambil menunggu gedung permanen selesai, pemerintah memanfaatkan gedung yang sudah tersedia sebagai tempat belajar sementara.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan anak terlantar. Ia meminta Dinas Sosial segera mendata calon siswa agar program ini tepat sasaran.
“Anak dari keluarga miskin, anak terlantar, atau anak yang tinggal dengan kakek-nenek tetapi keluarganya tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup, merekalah yang akan masuk Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis. Pemerintah merancang program ini untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa selama mengikuti proses belajar mengajar.
Karena itu, pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan, sarana olahraga, serta berbagai layanan pendukung lainnya dalam satu kawasan sekolah.
Ia menargetkan seluruh proses administrasi lahan segera rampung agar Pemkab Lombok Timur dapat segera memulai pembangunan gedung permanen sesuai rencana.
Dengan demikian, anak-anak dari keluarga kurang mampu di Lombok Timur bisa memperoleh akses pendidikan yang layak dengan fasilitas yang memadai. (*)




