Tagihan Listrik Penerangan Jalan di Kota Mataram Tembus Rp2,6 Miliar Sebulan
Mataram (NTBSatu) – Anggaran untuk penerangan jalan di Kota Mataram setiap bulannya tergolong sangat besar. Total tagihan listrik yang mesti pemerintah daerah bayarkan menyentuh angka miliaran rupiah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin menerangkan, total biaya operasional listrik untuk penerangan jalan mencapai nilai yang cukup fantastis. Menariknya, porsi terbesar dari tagihan tersebut berasal dari sektor permukiman.
“Di angka Rp2,6 (miliar rupiah) sebulan. Tetapi itu termasuk PJL (Penerangan Jalan Lingkungan), bukan PJU (Penerangan Jalan Umum). Kalau PJU kita hanya kisaran 400 sampai 500 juta rupiah,” ujar Zulkarwin, Kamis, 7 Mei 2026.
Zulkarwin menyoroti, beban biaya listrik PJL yang jauh lebih tinggi daripada jalan protokol. Anggaran yang membengkak hingga miliaran rupiah tersebut, merupakan ranah tanggung jawab instansi lain.
Ia menyebut, urusan terkait operasional dan biaya PJL berada di bawah kendali Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram. Pihaknya sendiri hanya fokus mengelola penerangan di jalur-jalur utama kota.
Guna menjamin transparansi serta ketepatan pembayaran kepada pihak PLN, Dinas Perhubungan Mataram menempuh langkah sistematis melalui program meterisasi pada jalur yang mereka kelola. Hal ini agar setiap rupiah dari anggaran publik terpakai sesuai penggunaan riil di lapangan.
“PJU kita semua meterisasi. Kemarin kita sudah selesai survei dengan PLN untuk PJU kita. Survei meterannya untuk memastikan tagihan yang masuk ke kita itu sesuai dengan daya yang diberikan oleh PLN,” tuturnya.
Fokus Pemeliharaan dan Perbaikan Titik Gelap
Mengenai rencana pembangunan infrastruktur baru di 2026, Zulkarwin menyampaikan, pihaknya saat ini lebih mengedepankan aspek perawatan fasilitas lama daripada melakukan penambahan titik baru secara masif.
“Kita kan masih untuk pemeliharaan dan suku cadang, jadi kita masih fokusnya pemeliharaan. Kemudian kalau ada lampu yang mati, penggantian. Kalau untuk yang baru, belum ada,” tambahnya.
Meski secara umum kondisi penerangan kota sudah memadai, ia mengakui, adanya beberapa kawasan yang masih terpantau gelap akibat kendala teknis seperti infrastruktur yang roboh atau rusak. Lokasi seperti Jalan Adi Sucipto dan Jalan Brawijaya kini menjadi atensi tim di lapangan untuk segera diperbaiki. (*)




