Sekarbela Dorong Pola Asuh Anak dan Remaja Berbasis Kebinekaan
Mataram (NTBSatu) – Derasnya arus informasi era digital makin membayangi tumbuh kembang anak. Tanpa benteng pola asuh yang tepat, generasi muda rentan terseret dampak negatif teknologi.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Sekarbela bersama Tim Penggerak PKK menggandeng berbagai elemen lintas agama menggelar sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI).
Camat Sekarbela, Arif Satriawan mengungkapkan, benteng pertahanan paling ampuh guna menjaga anak dari pengaruh buruk dunia maya berawal dari lingkungan keluarga serta komunitas sekitar.
“Lewat sosialisasi kemarin, kami ingin mengingatkan kembali betapa krusialnya peran keluarga, sekolah, maupun lingkungan,” ucap Arif, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia melanjutkan, pola asuh ada mesti positif. “Orang tua harus komunikasinya hidup, tidak otoriter. Yang tak kalah penting juga menyuntikkan nilai moral serta toleransi sejak dini,” tegas Arif.
Kegiatan secara inklusif terlaksana dengan merangkul lintas umat beragama. Langkah tersebut bertujuan agar pesan edukasi tidak hanya menyasar satu kelompok. Melainkan menjangkau seluruh warga Sekarbela yang beragam.
“Memang mayoritas penduduk Sekarbela beragama Islam, tetapi kami ingin ruang tumbuh kembang anak Sekarbela berjalan aman sekaligus harmonis. Anak-anak harus siap menghadapi zaman tanpa kehilangan karakter dan etika,” lanjutnya.
Ketua TP PKK Kota Mataram beserta jajaran, tokoh agama, para pelajar umat Hindu, kader PKK, hingga tokoh masyarakat setempat turut hadir dalam diskusi hangat tersebut.
Arif berharap, ruang perjumpaan lintas agama ini, pihak kecamatan berharap keharmonisan warga terus terjaga.
Ia bertekad memastikan generasi penerus Sekarbela tumbuh menjadi pribadi cerdas dan bijak memanfaatkan teknologi. (*)




