Kendala Biaya, 11 Calon Jemaah Haji Mataram Tunda Keberangkatan
Mataram (NTBSatu) – Sebanyak 11 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terpaksa menunda impian berangkat ke Tanah Suci pada 2027 mendatang. Faktor ekonomi menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Mataram, Siti Nurmalaah menyebut, total kuota porsi haji Mataram tahun 2027 mencapai 829 orang.
Namun, 11 di antaranya terpaksa memundurkan jadwal semata-mata karena urusan biaya, bukan lantaran masalah kesehatan atau hal lain.
“Belasan calon jemaah ini sudah mengonfirmasi dan menandatangani surat pernyataan penundaan secara resmi,” ujar Siti, Senin.
Siti menegaskan, jemaah tidak menarik nomor porsi yang sudah terdaftar. Mereka hanya memilih menggeser jadwal keberangkatan ke tahun berikutnya sampai kondisi keuangan membaik. Porsi yang kosong nantinya diisi oleh jemaah pada urutan berikutnya.
Di sisi lain, Kemenhaj Kota Mataram terus mematangkan persiapan dokumen. Hasil verifikasi dari tingkat kelurahan hingga kecamatan mencatat 560 paspor jemaah telah terkumpul.
Mengenai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), pemerintah pusat sudah menetapkan angka patokan nasional untuk tahap awal sebesar Rp23.048.825.
Meski begitu, Kemenhaj Mataram masih menunggu Keputusan Presiden (Kepres) untuk kepastian besaran Bipih per embarkasi.
“Informasinya, paling lambat awal November 2026 besaran Bipih per embarkasi rilis, sekalian dengan jadwal pelunasannya,” jelas Siti.
Persiapan fisik jemaah pun tak luput dari perhatian. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, sebanyak 589 calon jemaah telah selesai menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas maupun labkesda.
Sebagian besar jemaah berada di usia produktif, sedangkan kategori lansia tercatat sebanyak 10 orang.
Untuk musim haji 2027, kuota 829 orang ini terisi oleh jemaah dengan nomor porsi awal 1500033426 hingga 1500098980, atau mereka yang mendaftar sejak 7 Juli 2013 lalu.




