Kota Mataram

Kesan Keluarga Korban Pembacokan di Udayana: Dia Pendiam dan Baik

Mataram (NTBSatu) – Kakak kandung salah seorang korban pembacokan, Yosi, tidak dapat menyembunyikan rasa duka mendalam saat mengenang adiknya, Muhammad Gibran Anugrah Aditya.

Menurut Yosi, adiknya sangat dikenal oleh keluarga, kerabat, dan tetangga sebagai sosok remaja yang memiliki kepribadian sangat tenang dan tidak banyak tingkah dalam kesehariannya.

“Sedih sekali. Almarhum itu sosok yang pendiam dan baik,” ujarnya kepada NTBSatu pada Rabu, 27 Oktober 2026.

Mengingat Sosok Korban

Semasa hidupnya, almarhum senantiasa menunjukkan sikap santun di tengah keluarga. Ia juga tidak pernah menimbulkan masalah di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah.

Karakter penurut yang melekat pada diri korban membuat seluruh anggota keluarga merasa sangat kehilangan atas kepergiannya yang begitu cepat akibat peristiwa tragis di kawasan Udayana.

Rutinitas kebersamaan yang terjalin hangat selama tiga hari terakhir bersama keluarga kini hanya tinggal kenangan bagi Yosi dan sanak saudara lainnya.

Sebelum insiden penyerangan hingga pembacokan terjadi, korban sempat menolak ajakan pulang demi bisa terus berkumpul dan menikmati momen makan bersama keluarganya.

Menjelang pukul 17.00 Wita, korban yang merasakan lapar sempat membangunkan ibunya untuk meminta izin keluar mencari makan. Namun, malang tak dapat ditolak, sesaat setelah pamit meninggalkan rumah, remaja tersebut justru menjadi sasaran tindak kekerasan brutal.

Sifat pendiam serta pembawaannya yang tenang meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang mengenal almarhum secara dekat. Mewakili pihak keluarga yang sedang bersedih, Yosi menegaskan kembali almarhum tidak pernah berulah atau mencari musuh semasa hidupnya.

“Adik saya ini cuma minta keadilan. Hukum pelakunya,” tegasnya.

Desakan Penegakan Hukum

Kehilangan sosok remaja yang terkenal baik dan penurut ini mendorong pihak keluarga untuk terus menuntut keadilan yang seadil-adilnya melalui jalur hukum. Tragedi nahas yang merenggut nyawa remaja berkarakter baik ini memicu desakan keras agar aparat penegak hukum bergerak tanpa kompromi.

Yosi meminta kepolisian untuk mengusut tuntas aksi kekerasan brutal dari kelompok geng motor di Kota Mataram. Keluarga berharap para pelaku dapat segera tertangkap dan mendapat hukuman setimpal demi memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Para pelayat pun tampak terus berdatangan memadati rumah duka pada Rabu untuk memberikan dukungan moral dan memanjatkan doa bagi almarhum.

“Saya meminta kepada aparat kepolisian agar pelaku mendapat hukuman seadil-adilnya,” tegasnya. (*)

Artikel Terkait