Unram Bantu Mahasiswa Kurang Mampu, Siapkan Skema Orang Tua Asuh
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat komitmennya menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh mahasiswa. Salah satunya melalui dukungan bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi agar tetap melanjutkan studi.
Komitmen tersebut terlihat saat Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menerima tiga mahasiswa di Rektorat Unram, Rabu, 17 Juni 2026. Pertemuan itu membahas dukungan kampus terhadap keberlanjutan pendidikan mereka.
Tiga mahasiswa tersebut yakni Sri Afrilyani dari Program Studi D3 Agribisnis Peternakan, Nurmaila Annajiha dari Program Studi S1 Kimia, serta Anisa Putri dari Program Studi D3 Agribisnis Peternakan.
Pada kesempatan itu, Prof. Sukardi menegaskan Unram terus membuka ruang bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Kampus ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, Unram menyiapkan berbagai bentuk dukungan sesuai kondisi mahasiswa. Kampus memberikan keringanan hingga pembebasan biaya kuliah bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Karena itu, Unram berkomitmen hadir membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Selain memberikan keringanan biaya kuliah, Unram juga mengembangkan skema orang tua asuh. Program tersebut mempertemukan mahasiswa dengan alumni, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan.
Melalui skema tersebut, para orang tua asuh dapat membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan mahasiswa. Pola gotong royong ini memberi ruang bagi lebih banyak mahasiswa untuk menyelesaikan studinya.
Perkuat Kepedulian Sosial
Menurut Prof. Sukardi, program orang tua asuh tidak hanya menghadirkan bantuan finansial. Program ini juga memperkuat kepedulian sosial dalam mendukung akses pendidikan tinggi.
Karena itu, Unram mengajak alumni dan masyarakat ikut berpartisipasi sebagai orang tua asuh. Dukungan tersebut diharapkan membantu melahirkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing.
Selain memperluas akses pendidikan, program tersebut juga memperkuat kolaborasi antara kampus dan masyarakat. Sinergi itu menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Unram berharap tidak ada mahasiswa yang menghentikan studi akibat keterbatasan ekonomi. Kampus terus menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.
Sejalan dengan komitmen itu, Unram akan terus memperkuat berbagai program dukungan bagi mahasiswa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus menciptakan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak bangsa. (*)




