AdvertorialPendidikan

Publikasi Scopus Unram Pertengahan 2026 Perkuat Kontribusi SDGs

Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat langkah menuju World Class University melalui peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Hingga pertengahan 2026, dosen dan peneliti Unram menghasilkan berbagai publikasi Scopus. Publikasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Publikasi tersebut mencakup berbagai bidang strategi. Seperti kesehatan, ketahanan pangan, pendidikan, lingkungan, perubahan iklim, biodiversitas, energi, inovasi, sosial-ekonomi, tata kelola, hingga kemitraan global.

IKLAN

Capaian itu menunjukkan komitmen Unram dalam menghadirkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing akademik pada tingkat internasional.

Keberhasilan publikasi Scopus menjadi bagian penting dari pengembangan Unram sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdampak, dan berorientasi global.

Berbagai hasil penelitian tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga mendukung pembangunan daerah, agenda nasional, serta penyelesaian berbagai tantangan global.

Sejumlah karya ilmiah dosen dan peneliti Unram berhasil menembus jurnal internasional bereputasi, termasuk kategori top-tier dan Q1.

Publikasi tersebut hadir pada jurnal bergengsi seperti Nature Medicine, The Lancet Neurology, The Lancet Infectious Diseases, The Lancet Gastroenterology & Hepatology, dan The Lancet Respiratory Medicine.

Selain itu, Science of the Total Environment, Preventive Veterinary Medicine, Biological Conservation, hingga International Journal of Disaster Risk Reduction.

Riset Menjawab Persoalan Daerah dan Global

Pada sektor kesehatan, publikasi Unram mengangkat berbagai tema penting, antara lain penyakit respiratori kronis, infeksi saluran pernapasan bawah dan meningitis. Selain itu penyakit hati, risiko kardiometabolik, preeklamsia, vaksinasi pneumokokus, tuberkulosis, serta pengembangan senyawa bioaktif.

Berbagai penelitian tersebut memperkuat kontribusi Unram terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pengembangan ilmu kedokteran.

Kontribusi lain hadir pada sektor ketahanan pangan, pertanian, dan peternakan. Peneliti Unram mengembangkan riset mengenai pengelolaan penyakit mulut dan kuku endemik di Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya, pemanfaatan daun singkong sebagai pakan berkelanjutan, penggunaan pupuk hayati mikoriza dan Zn-S pada tanaman padi, serta integrasi sapi dan kelapa sawit untuk mendukung produksi pangan yang berkelanjutan.

Sementara itu, penelitian pada bidang lingkungan mengangkat isu mikroplastik pada garam konsumsi Indonesia, konservasi biodiversitas laut, dan tekanan panas terumbu karang. Selain itu, risiko iklim kawasan pesisir, kualitas air, sanitasi, energi terbarukan, konservasi hutan, hingga pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Unram juga memperluas kontribusi pada sektor pendidikan, teknologi, industri, sosial-ekonomi, dan tata kelola. Tema riset meliputi pengembangan educational games, pemanfaatan QR Code untuk pembelajaran, serta bahan ajar pariwisata halal.

Selanjutnya, teknologi pendeteksi kualitas ekspor manggis, sistem deteksi dini penyakit udang vaname, pemanfaatan limbah kaca, klasifikasi pola batik berbasis kecerdasan buatan, perlindungan tenaga kerja migran, mitigasi risiko bencana, serta ketahanan masyarakat adat.

Beragam publikasi tersebut menunjukkan bahwa riset Unram mampu menjawab persoalan lokal sekaligus memberi kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan global.

Ke depan, Unram akan terus meningkatkan kualitas publikasi internasional, memperkuat kolaborasi riset lintas disiplin dan lintas negara, mendorong hilirisasi hasil penelitian, serta mengintegrasikan SDGs dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Langkah tersebut semakin mempertegas posisi Unram sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait