Wanapala NTB Desak Pemerintah Tindak Tegas Pencemaran Laut dan Atasi Kesulitan Air di Gili Tramena
Lombok Timur (NTBSatu) – Wahana Pencinta Alam (Wanapala) NTB angkat biacara terkait kesulitan air yang terjadi di Desa Gili Indah yang meliputi Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan.
Diketahui, khusus di Gili Meno mengalami krisis air akibat berhentinya pengelolaan air baku oleh PT. Gerbang Emas NTB (BUMD) yang bekerja sama dengan Perumda Dayan Gunung karena petinggi perusahaan beserta mitranya menjadi tahanan Kejaksaan Tinggi NTB.
“Sampai saat ini mati total, di mana sekarang Gili Meno dalam keadaan terpuruk, dikarenakan kebutuhan primer masyarakat dan wisatawan tidak terpenuhi,” kata Ketua Wanapala NTB, Arie Syahdi Gare, Rabu, 5 Juni 2024.
Seperti sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Gili Meno dan gili lainnya mengalami dampak buruk dari PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) yang membuang limbah pengolahan ke dasar laut yang menyebabkan kerusakan terumbu karang dan mengecilnya zona snorkeling Gili Indah.
TCN sendiri berkeja sama dengan Perumda Lombok Utara dalam pengelolaan air bersih yang dikhususkan di Gili Trawangan, tapi tidak mengaliri Gili Meno dan Gili Air
Berita Terkini:
- Tergiur Harga Emas Naik, Warga Desa Serage Lombok Tengah Lakukan Aktivitas Tambang Tanpa Izin
- Sapi Lokal Terbatas, Mataram Andalkan Sumbawa untuk Penuhi Kebutuhan Daging
- NTB Mantapkan Langkah Naikkan Pajak dan Benahi Data untuk Dongkrak PAD
- Tekan Biaya dan Jaga Kualitas Ternak, Sumbawa Optimalkan Jalur Tol Laut
- Banjir Rendam Dua Desa di Sumbawa, Ratusan Warga Terdampak dan Belasan Rumah Rusak
Hal itupun dikonfirmasi oleh Kepala Dusun (Kadus) Gili Meno, Masrun, dan tim observasi lapangan Wanapala NTB.
“Masyarakat juga melakukan aksi damai di kantor DPRD Lombok Utara menuntut untuk mengembalikan kebutuhan air bersih di Gili Indah,” ucap Masrun.
Menurutnya, aktivitas yang dilakukan PT TCN tidak hanya memberikan dampak buruk yang signifikan terhadap ekosistem laut, tetapi juga kepada perekonomian masyarakat.
“Di mana yang kita tau daya tarik utama yang dimiliki Gili Tramena adalah wisata bawah laut,” ujarnya.
Wanapala NTB pun meminta agar KLHK, KKP, dan pemerintah terkait untuk bersikap tegas kepada aktivitas PT TCN karena ini menyangkut sumber penghidupan masyarakat keselamatan lingkungan. (MKR)



