Lombok BaratPendidikan

Rektor UIN Mataram Sebut Pembangunan Kampus 3 Dimulai Tahun Ini

Lombok Barat (NTBSatu) – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram memastikan pembangunan Kampus 3 di Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Lombok Barat mulai berjalan tahun ini. Kepastian itu muncul setelah DPRD menyoroti lahan hibah tiga hektare yang hampir dua tahun belum termanfaatkan.

Rektor UIN Mataram, Prof. Masnun Tahir mengatakan, keterlambatan pembangunan terjadi akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat pada 2025.

“Semua kita tahu 2025 itu awal efisiensi,” ujarnya, Jumat, 26 Juni 2026.

IKLAN

Meski demikian, Masnun menjelaskan pemerintah sempat melonggarkan anggaran pada akhir 2025. Namun, UIN tidak melanjutkan pembangunan karena waktu pelaksanaan sudah terlalu singkat.

“Tahun ini kami sudah anggarkan perencanaan penembokan dan pengerasan atau uruk tanah,” katanya.

Saat ini, UIN menyiapkan dokumen tender pembangunan pagar keliling dan pengurukan lahan. Selanjutnya, dokumen tersebut akan mereka ajukan ke Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Kementerian Agama.

IKLAN

Masnun menargetkan proses administrasi rampung pada akhir Juni. Setelah itu, tender berlangsung pada Juli. Pekerjaan fisik dijadwalkan mulai Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia mengatakan Kampus 3 akan menjadi lokasi Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains, dan Teknologi.

Disorot DPRD

Sebelumnya, DPRD Lombok Barat mempertanyakan keseriusan UIN memanfaatkan lahan hibah tersebut. Anggota DPRD Lombok Barat, Ali Hidayat mengatakan lahan itu pemerintah hibahkan sejak 2024. Namun, hingga kini belum terlihat pembangunan fisik.

“Sampai hari ini tidak ada tanda-tanda kehidupan di tanah yang kita kasih itu,” ujarnya.

Karena itu, Ali meminta pemerintah daerah mengevaluasi hibah tersebut. Ia bahkan menyarankan lahan pemerintah tarik kembali bila tetap tidak mereka manfaatkan.

“Lebih baik menjadi lahan produktif untuk menyumbang PAD kita,” katanya.

Senada dengan itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini juga memberi peringatan kepada UIN agar segera merealisasikan pembangunan.

“Katanya mau penembokan, nanti kita buktikan janjinya,” ujarnya.

Selain itu, LAZ menegaskan pemerintah akan mengevaluasi pemanfaatan aset daerah tersebut sesuai masukan DPRD. Ia bahkan membuka kemungkinan menarik kembali lahan hibah apabila pembangunan tidak berjalan. “Kalau tidak dipergunakan, saya mau ambil balik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gapuk, Nurdin berharap pembangunan Kampus 3 segera terealisasi. Menurutnya, kehadiran kampus akan menggerakkan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayahnya.

“Ini harapan besar masyarakat. Kehadiran UIN akan mengangkat derajat ekonomi dan SDM warga,” ujarnya. (*)

Artikel Terkait