Lombok Barat

SILPA Terbesar Lobar Berasal dari Program Pinjaman Tanpa Bunga, Bupati LAZ Siapkan Evaluasi

Lombok Barat (NTBSatu) – Program pinjaman modal tanpa bunga yang menjadi salah satu unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar), justru menjadi penyumbang Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) terbesar pada APBD 2025. Menyikapi rendahnya serapan anggaran itu, Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memastikan pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.

Sebelumnya, DPRD Lobar menyoroti lonjakan SILPA 2025 yang mencapai Rp337 miliar. Dewan menilai besarnya dana yang mengendap menunjukkan masih lemahnya pelaksanaan program pemerintah.

“Dana Rp337 miliar itu seharusnya bisa menjadi jalan yang diperbaiki, fasilitas kesehatan yang ditingkatkan, atau bantuan bagi UMKM,” ujar Juru Bicara Gabungan Fraksi DPRD Lobar, Syamsuriansyah, beberapa waktu yang lalu.

IKLAN

Fraksi-fraksi DPRD juga menilai tingginya SILPA tidak bisa semata-mata mereka anggap sebagai efisiensi anggaran. Menurut mereka, kondisi itu menjadi indikator lemahnya perencanaan dan pelaksanaan program daerah.

Pemkab Akan Evaluasi

Menanggapi rendahnya realisasi program pinjaman tanpa bunga, LAZ mengakui pemerintah masih menemukan sejumlah persoalan yang harus pemerintah benahi.

“Banyak hal yang harus kita evaluasi, karena ini baru pertengahan tahun,” kata LAZ, Jumat, 26 Juni 2026.

IKLAN

Ia mengatakan evaluasi akan menyasar ketepatan sasaran penerima manfaat. Menurutnya, program itu harus lebih banyak membantu pedagang kecil yang baru merintis usaha.

“Saya berharap pinjaman modal itu sasarannya pedagang bakulan dan pedagang kecil yang mau berusaha,” ujarnya.

LAZ menegaskan program tersebut tidak boleh lebih banyak pelaku usaha yang sudah berkembang nikmati.

Karena itu, Pemkab akan menata kembali skema penyaluran agar bantuan benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan.

Pantau Rekam Jejak

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah tidak dapat mengintervensi seluruh persyaratan kredit. Bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian sebelum menyetujui pinjaman. Menurutnya, pihak bank akan menilai rekam jejak calon peminjam sebelum memberikan pembiayaan.

“Kalau peminjam memiliki catatan kredit yang tidak baik, tentu tidak akan lolos,” katanya.

LAZ juga mengimbau masyarakat menjaga riwayat kredit agar tetap memenuhi syarat memperoleh pinjaman. Ia menegaskan evaluasi tersebut ia harapkan dapat meningkatkan serapan anggaran, sekaligus memastikan program pinjaman tanpa bunga benar-benar mendorong pertumbuhan UMKM di Lombok Barat. (*)

Artikel Terkait