DPMPTSP KSB Fasilitasi NIB Pengemudi Perahu di Pulau Kenawa
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerapkan pola pelayanan langsung ke masyarakat. Mereka menyasar para pelaku usaha mikro kecil dan menengah pada wilayah pesisir.
Langkah taktis ini menyasar para pemilik perahu motor atau boatman menuju destinasi wisata Pulau Kenawa. Pemerintah daerah memusatkan kegiatan pelayanan perizinan tersebut pada wilayah Desa Poto Tano.
Kepala DPMPTSP Sumbawa Barat, Noto Karyono, S.Pi., M.Si., memimpin langsung aksi turun lapangan tersebut. Pihaknya ingin memastikan seluruh pelaku usaha lokal mengantongi legalitas resmi.
“Kami menerapkan pola pendekatan layanan langsung untuk membantu masyarakat kecil,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 26 Juni 2026.
Aksi jemput bola ini mempermudah para nelayan setempat dalam mengurus berkas perizinan usaha. Masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu produktif untuk datang ke kantor kedinasan.
Jarak tempuh yang jauh menuju ibu kota kabupaten sering menjadi kendala utama warga. Pola baru ini terbukti ampuh memangkas birokrasi dan menghemat biaya operasional masyarakat.
Pemerintah desa setempat mencatat sebanyak 102 pelaku usaha lokal menerima manfaat program ini. Jumlah tersebut mencakup para penyedia jasa penyeberangan kapal, pedagang lapak, hingga pedagang pasar.
“Legalitas usaha para boatman menuju Kenawa kini sudah terpenuhi secara baik,” ujarnya.
Perluas Jangkauan Program
Kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) memiliki arti penting bagi keberlangsungan usaha sektor pariwisata. Dokumen resmi tersebut menjadi modal utama warga untuk mengembangkan usaha mereka.
Para pemilik kapal dapat menggunakan dokumen NIB untuk mengakses bantuan permodalan perbankan. Fasilitas kredit tersebut berguna untuk meningkatkan kualitas serta keamanan perahu wisata mereka.
“Masyarakat bisa menggunakan dokumen ini sebagai bahan pengajuan modal ke perbankan,” tambahnya.
Dinas DPMPTSP Sumbawa Barat berencana memperluas jangkauan program layanan langsung ini ke wilayah lain. Target sasaran berikutnya meliputi kelompok petani, nelayan tangkap, hingga para influencer lokal.
“Kami akan menerapkan pola serupa untuk membantu sektor usaha lainnya,” pungkasnya. (*)




