Pemkot Bima Tegaskan MPLS Harus Bebas Perundungan dan Kekerasan
Kota Bima (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima memperingatkan seluruh satuan pendidikan dasar untuk memastikan tidak ada celah bagi tindakan kekerasan selama tahun ajaran baru. Sekolah wajib menjadi lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak yang baru menginjakkan kaki di dunia pendidikan.
Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Setda Kota Bima, Suharni menegaskan, masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sering kali menjadi fase krusial yang harus diawasi ketat agar tidak terjadi aksi-aksi tidak terpuji.
“Tidak boleh ada praktik perundungan, intimidasi, maupun kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Kesan pertama anak saat masuk sekolah akan sangat menentukan psikologis dan semangat belajar mereka ke depan. Oleh karena itu, momentum MPLS tingkat SD tahun ini harus bersih dari kultur senioritas atau tindakan agresif.
“MPLS merupakan momen penting yang akan membentuk kesan pertama peserta didik terhadap dunia pendidikan. Karena itu, MPLS harus terlaksana sebagai ruang yang aman, ramah, edukatif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik,” ucap Suharni.
Sekolah harus mengisi hari-hari pertama siswa baru dengan kegiatan yang membangun karakter dan rasa cinta terhadap lingkungan serta budaya lokal. Guru juga harus mengambil peran aktif sebagai benteng pelindung dan teladan utama bagi murid.
“Momen ini juga harus menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, integritas. Juga kepedulian sosial, cinta lingkungan, semangat belajar, serta kecintaan terhadap budaya dan identitas daerah,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadirkan MPLS yang berkualitas.
Melalui komitmen ini, Pemerintah Kota Bima berharap tahun pelajaran 2026/2027 menjadi batu loncatan untuk menghadirkan wajah pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan sepenuhnya berpihak pada keamanan serta kepentingan terbaik peserta didik. (*)




