Belum Ada Surat Resmi, BKPSDM KSB Tunggu Kepastian 500 Formasi CPNS dari Pusat
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat (KSB) belum menerima kepastian mengenai usulan 500 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KSB masih menanti keputusan final dari pemerintah pusat.
BKPSDM KSB memerlukan regulasi tertulis tersebut sebagai dasar utama dalam pelaksanaan seluruh tahapan seleksi. Sementara itu, rincian usulan posisi jabatan dari daerah masih berpotensi mengalami perubahan sebelum surat resmi diterbitkan.
BKPSDM merancang usulan tersebut dengan membagi kuota menjadi 244 tenaga teknis serta 192 tenaga kesehatan. Sektor pendidikan atau tenaga guru mendapatkan porsi paling sedikit yaitu 64 formasi.
Kepala BKPSDM KSB, Agusman menyebut, instansinya belum memegang dokumen legalitas formasi dari pusat. Pihak panitia daerah tidak dapat berspekulasi mengenai jumlah pasti kuota sebelum menerima berkas fisik.
“Belum ada, kami juga masih menunggu informasi dalam bentuk surat resmi dari Kementerian PAN-RB maupun BKN Pusat,” ujarnya kepada NTBSatu pada Senin 22 Juni 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi BKPSDM KSB yang masih berada dalam fase menunggu instruksi lanjutan. Instansi daerah ini berharap kementerian segera menerbitkan surat keputusan itu dalam waktu dekat.
Penetapan kuota resmi tersebut sangat penting bagi kelangsungan penataan birokrasi pada lingkup Pemda KSB. Ratusan formasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan karena banyak pegawai memasuki masa pensiun.
Manajemen kepegawaian daerah membutuhkan rincian posisi jabatan untuk menyusun jadwal teknis pelaksanaan. Penundaan keputusan dari pusat otomatis akan memengaruhi seluruh lini masa persiapan panitia lokal.
“Kepastian mengenai jumlah kuota dan rincian jabatan kami prediksikan keluar pada Juni atau Juli tahun ini,” tambahnya.
Masyarakat Sumbawa Barat menaruh harapan besar pada pembukaan lowongan CPNS ini demi memperbaiki tingkat penyerapan tenaga kerja. BKPSDM KSB meminta para calon pelamar agar waspada terhadap segala bentuk informasi hoaks. (*)




