Inflasi Daerah Terkendali Saat Masa Jabatan Tiga Bulan Pj. Sekda NTB
Mataram (NTBSatu) – Ibnu Salim, kini menduduki posisi Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB. Diketahui, Pj. Sekda sebelumnya ialah Fathurrahman, memiliki kinerja baik dan patut diperhitungkan. Sehingga, pergantiannya cukup mengejutkan banyak pihak.
Penunjukkan Fathurrahman menjadi Pj. Sekda NTB, berdasarkan surat Mendagri Nomor 100.2.2.6/5229/SJ tanggal 3 Oktober 2023. Dirinya mulai aktif mengemban tugas pada 5 Oktober 2023 silam.
Walau hanya menjabat selama tiga bulan, di masa singkatnya tersebut, Fathurrahman dinilai berhasil dalam menyelesaikan beberapa agenda penting.
Bahkan Pj. Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, memberikan nilai 9 dari 10 dalam menggambarkan kinerja bawahannya, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan NTB tersebut.
“Dalam prosesnya membantu saya selama tiga bulan saya kasih skor sembilan (lulus),” ucap Gita dalam sambutannya pada acara pelantikan Pj. Sekda di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Rabu, 10 Januari 2024.
Berita Terkini:
- Momen Idulfitri 1447 H, Bupati Paparkan Pemerataan Kartu KSB Maju dan Strategi Transformasi Ekonomi Pasca Tambang
- 1.212 Napi Lapas Lombok Barat Dapat Remisi Nyepi–Idulfitri 1447 H, 6 Langsung Bebas
- Pemkab Lombok Timur Tetapkan Jadwal Halal Bihalal 1447 H, Digelar Tiga Hari
- Salat Id di Masjid Al-Mujahidin Selong, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan
Gita Ariadi menilai, dari sisi kinerja, Fathurrahman memiliki kinerja yang cukup baik. Selama tiga bulan menjabat ia mampu mengendalikan inflasi dan terlibat aktif pada proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024, kemudian berkomunikasi dengan DPRD NTB serta berkoordinasi tuntas dengan OPD-OPD terkait.
Di awal pengangkatannya, kala itu Bumi Gora kerap kali masuk catatan merah Kemendagri, sebab mengalami inflasi yang cukup tinggi karena harga bahan pangan merangsek naik.
Bahkan Indeks Perkembangan Harga di NTB tercatat yang paling tinggi pada November 2023 lalu.
Di bawah koordinasinya, pada Desember tahun lalu, IPH NTB berada pada peringkat terendah se-nasional.



