Pemerintahan

Gunung Tambora Naik Status Waspada, Pemprov NTB Minta Masyarakat Jauhi Radius Tiga Kilometer

Mataram (NTBSatu) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengeluarkan peringatan peningkatan status Gunung Tambora. Sebelumnya, tingkat aktivitas Gunung Tambora dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) sejak 10 Maret 2026 pukul 10.00 Wita.

Dinas ESDM Provinsi NTB menyampaikan, peningkatan status ini berdasarkan hasil pemantauan kegempaan yang menunjukkan adanya peningkatan gempa vulkanik dalam yang mengindikasikan dinamika pergerakan magma di bawah Gunung Tambora.

IKLAN

Karena dengan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Namun, meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti rekomendasi teknis dari Badan Geologi.

IKLAN

“Salah satunya tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Tambora,” kata Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB, Niken Arumdati, Senin, 16 Maret 2026.

IKLAN

Selain itu, Pemprov NTB juga mengingatkan masyarakat sekitar tidak turun ke dasar kaldera. Serta, tidak mendekati area yang berpotensi mengeluarkan gas atau terjadi guguran batuan.

“Masyarakat juga tidak diperbolehkan turun ke dasar kaldera, tidak mendekati kerucut parasit Doro Afi Toi maupun Doro Afi Bou. Serta, tidak mendekati lubang-lubang tembusan gas yang terdapat di dasar kaldera,” ungkapnya.

Pemprov NTB, kata Niken, terus berkoordinasi dengan PVMBG, BPBD, serta pemerintah kabupaten terkait. Tujuannya, untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Tambora dan memastikan informasi resmi dapat segera disampaikan kepada masyarakat.

“Masyarakat juga diimbau untuk selalu mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

“Selanjutnya mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran batuan pada tebing dan dinding kaldera, yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat ketidakstabilan lereng,” sambungnya.

Peningkatan Aktivitas Vulkanik

Sebagai informasi, Gunung Tambora secara administratif berada di wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Provinsi NTB, menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik.

Peningkatan aktivitas ini terutama ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah kejadian kegempaan yang berasosiasi dengan proses pergerakan magma, dari kedalaman menuju kantong magma di bawah tubuh gunungapi.

Berdasarkan data pemantauan kegempaan, pada Januari 2026 tercatat sebanyak 267 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA). Pada Februari 2026, jumlah kejadian Gempa Vulkanik Dalam meningkat cukup signifikan menjadi 453 kejadian.

Peningkatan jumlah gempa Vulkanik Dalam ini mengindikasikan adanya peningkatan tekanan fluida magmatik. Serta, suplai magma dari kedalaman menuju sistem magma yang lebih dangkal di bawah Gunung Tambora.

Data kegempaan pada periode 1–9 Maret 2026 juga menunjukkan aktivitas seismik yang masih cukup intensif. Selama periode tersebut tercatat 9 kejadian Gempa Guguran, 88 kejadian Gempa Vulkanik Dalam. Kemudian, 40 kejadian Gempa Tektonik Lokal, serta 24 kejadian Gempa Tektonik Jauh.

Dominasi Gempa Vulkanik Dalam menunjukkan, proses dinamika magmatik di bawah tubuh gunung api masih berlangsung. Serta, berpotensi memicu peningkatan aktivitas pada periode selanjutnya.

“Secara visual, kondisi puncak gunung api umumnya teramati jelas hingga tertutup kabut,
dengan asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan,” ujarnya.

Kondisi cuaca di sekitar gunung api bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan arah angin bertiup lemah hingga kencang menuju berbagai arah. Yaitu, Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, dan Barat Laut. Suhu udara di sekitar gunung api berkisar antara 23–33 derajat celsius.

Berdasarkan hasil evaluasi data visual dan instrumental, khususnya data kegempaan yang menunjukkan peningkatan signifikan pada Gempa Vulkanik Dalam. Maka, tingkat aktivitas Gunung Tambora naik dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 10 Maret 2026 pukul 10.00 Wita. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button