Salat Id di Masjid Al-Mujahidin Selong, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan
Lombok Timur (NTBSatu) – Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Kehadiran keduanya mencerminkan kedekatan dengan warga di momen hari raya.
Sejak pagi, keduanya bergabung dengan jamaah yang memadati masjid. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menandai perayaan kemenangan usai Ramadan.
Partisipasi kepala daerah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga kebersamaan dan nilai spiritual di tengah masyarakat. Kehadiran mereka menjadi wujud kepemimpinan yang hadir di tengah warga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati menyimak khutbah yang disampaikan Dr. Muh Rizki Hamzar, yang menekankan pentingnya menjaga ketakwaan sebagai hasil utama Ramadan.
Khutbah: Tekankan Ketakwaan dan Kontrol Diri Pasca-Ramadan
Dalam khutbahnya, Dr. Muh Rizki Hamzar menegaskan Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum evaluasi diri. Keberhasilan puasa, menurutnya, ditandai dengan terbentuknya pribadi yang bertakwa.
Ia mengajak jamaah menjawab dua hal: apa yang berhasil ditaklukkan selama Ramadan dan apakah kemenangan itu benar-benar atas hawa nafsu. Refleksi ini penting agar ibadah berdampak pada perubahan perilaku.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan melawan hawa nafsu tidak berhenti setelah Ramadan. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi ibadah dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan media sosial turut disorot. Tanpa kontrol diri, media sosial dapat melukai orang lain, sehingga nilai menahan diri dan menjaga lisan harus tetap diterapkan di ruang digital.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kepedulian sosial melalui zakat fitrah dan sedekah sebagai wujud solidaritas agar kebahagiaan Idulfitri dirasakan merata.
“Idulfitri adalah kemenangan bersama, bukan hanya milik mereka yang mampu, tetapi juga dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tuturnya, Sabtu, 21 Maret 2026.
Di akhir khutbah, jamaah di Masjid Al-Mujahidin Selong diajak mempertahankan kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur sebagai karakter utama dalam kehidupan pasca-Idulfitri. (Alwi)



