Sumbawa Barat

Tolak Atlet Luar Daerah, Panahan KSB Andalkan 32 Pemanah Lokal di Porprov NTB 2026

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pengurus Cabang Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Sumbawa Barat terus mematangkan persiapan atlet.

Mereka menjaring para atlet terbaik menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 pada Juli mendatang.

Pihak Perpani menyiapkan sebanyak 32 atlet untuk mewakili daerah. Seluruh atlet merupakan pemuda asli daerah hasil binaan jangka panjang.

IKLAN

Ketua Perpani Sumbawa Barat, Zainul Amri, menegaskan komitmennya terhadap pengembangan potensi lokal. Pihaknya sengaja menghindari jalur instan demi menjaga marwah olahraga daerah. 

“Seluruh atlet yang kami siapkan merupakan atlet binaan Sumbawa Barat, kami tidak menggunakan atlet mutasi,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.

Guna mencapai target, saat ini tim panahan Sumbawa Barat fokus menjalani program latihan mandiri. Latihan tersebut bertujuan meningkatkan konsistensi bidikan serta ketahanan fisik para atlet.

IKLAN

Dalam penerapannya, tim pelatih memberikan porsi latihan khusus setiap pagi dan sore hari. Mereka mengevaluasi performa atlet secara berkala menjelang hari pertandingan.

Anggaran Jadi Tantangan

Lebih lanjut, Zainul Amri menyebut olahraga panahan membutuhkan proses pembentukan mental yang sangat kuat. Oleh karena itu, manajemen memulai jadwal latihan lebih awal daripada cabang olahraga lainnya.

“Cabang olahraga panahan membutuhkan proses latihan yang panjang, kami fokus membentuk kondisi fisik dan teknik bertanding,” jelasnya.

Namun di sisi lain, manajemen menghadapi tantangan besar terkait anggaran operasional. Biaya perawatan fasilitas penunjang latihan atlet memerlukan dana yang cukup besar.

Apalagi intensitas latihan yang tinggi memicu kerusakan dini pada beberapa komponen busur panah. Para atlet memerlukan pembaruan alat agar performa mereka tetap maksimal saat kompetisi.

Ditambah lagi, setiap atlet menggunakan jenis dan ukuran busur panah yang berbeda. Kondisi ini membuat manajemen harus memutar otak guna memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kondisi tersebut membuat kebutuhan biaya menjadi tantangan, namun kami tetap optimistis meraih hasil maksimal,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait