Joki Anak Terjatuh di Arena Pacuan Kuda Panda, Pordasi Bima Buka Suara
Bima (NTBSatu) – Insiden jatuhnya seorang joki anak saat putaran semifinal di Arena Pacuan Kuda Panda menjadi sorotan khalayak ramai. Pihak Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Bima mengonfirmasi, peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu, tepat satu hari menjelang babak final.
Ketua Pordasi Bima, Irfan H. M. Nor menegaskan, pihaknya telah menjalankan sistem pengawasan dan keselamatan sesuai panduan resmi. Ia memastikan, setiap joki wajib melengkapi diri dengan standar keamanan sebelum bertanding.
“Kita yang jelas kalau sistem pengawasan sesuai dengan rule book ya, Untuk safety, pengamanan jokinya, sebelum naik ke kuda tunggangan itu, dia wajib melengkapi dirinya. Contohnya helm pelindung kepala, terus body protector, sama ada penahan untuk tulang keringnya. Itu memang yang wajib. Sama sepatu,” tegasnya pada NTBSatu, Rabu, 17 Juni 2026.
Irfan menyatakan, cedera yang dialami joki anak tidak berakibat fatal. Pordasi Bima bersama pihak panitia juga telah menyiagakan tim medis serta armada ambulans di lokasi untuk penanganan cepat. Seluruh biaya operasional ambulans hingga penanganan medis tanggung jawab pihak penyelenggara.
“Tapi Alhamdulillah, kemarin kecelakaan itu tidak fatal. Dan kami juga udah standby tim medis dengan ambulans. Itu biaya ambulans dan sebagainya itu kami sediakan,” tuturnya.
Selain itu, Irfan mengaku, telah menggandeng pemerhati anak dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) untuk memantau keadaan joki-joki anak.
“Kemarin dari tim pemerhati anak juga kita libatkan, dari tim LPA dan sebagainya. Sebagai tim independen pemantau kita juga melibatkan semua,” jelasnya
Evaluasi Pengamanan Area Lintasan
Irfan mengakui, antusias dari masyarakat terus meningkat. Hal ini membuat keadaan menjadi kurang kondusif bahkan banyak di antara penonton yang menerobos masuk ke area lintasan joki.
Ia menekankan, evaluasi untuk memperketat pengamanan akan terus diupayakan secara kolektif.
“Nanti salah satu upaya itu adalah penambahan jumlah pengamanan. Kemarin itu jumlah pengamanannya itu agak berkurang karena menyangkut persoalan dana karena acaranya itu semua murni dari dana pendaftaran joki, belum ada support dari pemerintah,” tegasnya. (*)




