Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana Merdeka

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jerman yang telah terjalin selama 74 tahun.

Berdasarkan pantauan di live YouTube Sekretariat Presiden, Steinmeier tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.31 WIB. Ia hadir dengan pengawalan ketat dari polisi militer dan pasukan berkuda. Istana menyemabutnya dengan rangkaian prosesi kenegaraan yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia.

IKLAN

Saat memasuki kawasan Istana, Presiden Jerman mendapat sambutan tarian tradisional, marching band Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Serta puluhan siswa sekolah dasar yang mengibarkan bendera Indonesia dan Jerman di sepanjang jalur penyambutan.

Setibanya di Istana Merdeka, Presiden Prabowo langsung menyambut Presiden Steinmeier. Ia mengantarkannya menuju halaman depan untuk mengikuti upacara kenegaraan.

Prosesi penyambutan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia dan Jerman yang diiringi 21 dentuman meriam sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara sahabat. Setelah itu, kedua pemimpin melakukan inspeksi pasukan jajar kehormatan.

IKLAN

Usai upacara kenegaraan, Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier menggelar pertemuan. Mereka membahas sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan kedua negara.

Bahas Kerja Sama Bidang Energi hingga Budaya

Berdasarkan keterangan Der Bundespräsident atau laman resmi kepresidenan Jerman, kedua pemimpin akan membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis. Meliputi bisnis, energi, iklim, ketenagakerjaan, hingga kebudayaan.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan Indonesia dan Jerman di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Selain agenda resmi di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier juga akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Terowongan Silaturahim. Terowongan itu menghubungkan masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut dengan Gereja Katedral Jakarta.

Ia menilai, kunjungan itu memiliki makna simbolis yang kuat karena mencerminkan kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi salah satu karakter Indonesia.

“Pertemuan ini menggarisbawahi pentingnya toleransi beragama di Indonesia,” tulis Der Bundespräsident.

Selama berada di Jakarta, Presiden Steinmeier juga dijadwalkan berdialog dengan para ahli serta tokoh dari berbagai lembaga pemikir (think tank) lokal. Pertemuan tersebut akan membahas peran negara-negara berkembang dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Diskusi mencakup berbagai isu internasional, termasuk pembangunan berkelanjutan, transformasi ekonomi, perubahan iklim, hingga penguatan kerja sama multilateral. (*)

Artikel Terkait