Prabowo Tiba di Filipina untuk Hadiri KTT Ke-48 ASEAN
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional Mactan-Cebu, Filipina, Kamis, 7 Mei 2026. Kunjungan tersebut untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN, yang berlangsung di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.
Berdasarkan pantauan dari siaran langsung YouTube Sekeretariat Presiden, kedatangan Prabowo mendapat sambutan berupa upacara penyambutan khas Filipina di apron bandara. Alunan musik tradisional serta barisan Tentara Militer Filipina mengiringi langkah kepala negara saat menuruni tangga pesawat kepresidenan.
Presiden turut didampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Sebelum meninggalkan bandara, Prabowo menyempatkan menyapa sejumlah pejabat penjemput.
Kemudian, melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan resmi kepresidenan menuju lokasi agenda utama KTT. Kunjungan kenegaraan ini dinilai strategis bagi diplomasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Hasilkan Deklarasi Cebu
Dalam forum ASEAN tersebut, Presiden Prabowo akan membahas sejumlah isu penting. Mulai dari stabilitas pasokan pangan hingga penguatan ekosistem energi hijau, termasuk pengembangan baterai kendaraan listrik di kawasan ASEAN.
Selain menghadiri sesi pleno KTT ASEAN, Presiden juga akan mengikuti KTT BIMP-EAGA atau Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area. Forum subregional tersebut bertujuan mempercepat konektivitas infrastruktur serta pembangunan ekonomi di wilayah koridor timur ASEAN.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Filipina mengusung tema “Navigating Our Future, Together”. Selain membahas penguatan ekonomi kawasan, para pemimpin negara anggota ASEAN juga akan merumuskan langkah konkret terkait manajemen bencana regional dan kerja sama maritim guna menjaga stabilitas keamanan di Laut China Selatan.
Kehadiran Presiden Prabowo di Cebu sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga sentralitas ASEAN di tengah dinamika global yang terus berkembang. Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut juga membawa misi, untuk mendorong respons terpadu ASEAN terhadap dampak fluktuasi harga energi global akibat ketidakpastian politik di kawasan Timur Tengah.
Sebagai informasi, KTT ASEAN ke-48 berlangsung hingga Jumat, 8 Mei 2026. Pada akhir pertemuan, harapannya para pemimpin negara anggota menghasilkan Deklarasi Cebu yang berfokus pada integrasi ekonomi kawasan yang lebih inklusif dan tangguh menghadapi guncangan global. (*)



