Hampir Sebulan Tanpa Kejelasan, Ibu NDR Tulis Pesan Menyentuh
Mataram (NTBSatu) – Tabir kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), NDR (21) di kawasan Gomong, Kota Mataram, Minggu, 17 Mei 2026, masih menyisakan misteri. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka.
Di tengah ketidakpastian hukum dan proses penyelidikan yang masih bergulir, ibu NDR mulai mencurahkan rasa duka yang mendalam. Ia menceritakan perjuangannya untuk tetap tegar menghadapi kenyataan pahit tersebut.
“Ada kehilangan yang membuat rumah tetap berdiri, namun terasa kosong. Ada perpisahan yang tidak mengubah dunia, tetapi mampu mengubah seluruh isi hati,” tulisnya, mengutip Facebook Ennie We, Senin, 15 Juni 2026.
Ungkapan tersebut merefleksikan betapa beratnya keluarga melalui hari-harinya setelah kepergian NDR secara mendadak. Namun, pihak keluarga menegaskan bahwa air mata yang tumpah bukan penanda kelemahan, tapi ketulusan kasih sayang.
Menjaga Amanah di Tengah Ketidakpastian
Menghadapi fase kedukaan sekaligus belum terungkapnya misteri meninggalnya NDR, sang ibu mengaku terus menjaga semangat hidup agar tidak runtuh. Ia mengaku kehilangan buah hati memang berat, tapi tidak boleh sampai merampas seluruh sisa cahaya kehidupan yang ada.
“Sebab mereka yang pergi tidak pernah menginginkan kita tenggelam dalam kesedihan tanpa tepi,” lanjutnya.
Ia juga menggambarkan siklus kehidupan layaknya matahari terbenam yang tidak benar-benar lenyap, melainkan berpindah ke belahan bumi tidak kasat mata. Ia menegaskan, kenangan, doa, dan cinta dari korban akan tetap hidup dan menetap di dalam dada.
Komitmen Bangkit Lewat Doa
Ibu NDR juga mengaku, masih sering menangis saat ada yang menyebut nama korban. Ia mengaku harus terus menjalani hidup sesuai amanah dari Allah.
“Kesedihan boleh tinggal, tetapi harapan tidak boleh pergi,” tegasnya.
Unggahan haru tersebut berakhir dengan kepasrahan yang mendalam. Ibu NDR menyempatkan memanjatkan doa agar korban mendapat ketenangan di keabadian.
“Allaaahummagfirlaha warhamha waafihaa wafuanhaa,” tutupnya. (*)




