Sri Mulyani, BI, OJK, dan LPS Rundingkan Paket Komplet agar Perekonomian Stabil
Mataram (NTBSatu) – Kondisi global yang dilanda ketidakpastian menyebabkan dampak buruk bagi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati dengan sigap mengambil tindakan dengan mendorong Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk merilis paket kebijakan guna merespons situasi perekonomian terkini.
Sri Mulyani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara hari ini.
Berita Terkini:
- Prabowo di Forum Board of Peace: Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza
- Dinas Dikbud NTB “Dikepung” Kasus Dugaan Korupsi, Aidy Furqan: Kita Serahkan ke APH
- Kebakaran Kabel Listrik di Kelurahan Sadia Kota Bima Diduga Akibat Korsleting
- Selain Kasus Narkoba, Sidang Etik Ungkap AKBP Didik Diduga Lakukan Penyimpangan Seksual
“Kita akan terus sinkronkan kebijakan moneter dan fiskal agar dalam situasi di mana pemicunya adalah negara seperti Amerika Serikat dampaknya ke ekonomi kita bisa dimitigasi dan diminimalkan. Baik terhadap nilai tukar, inflasi, maupun terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan,” ungkap Sri Mulyani melansir CNBC Indonesia, Senin, 23 Oktober 2023.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah disebabkan oleh situasi global, khususnya bersumber dari Amerika Serikat (AS). Suku bunga acuan AS dimungkinkan masih terus naik, demi meredam inflasi tinggi.



