Kasus Baru Nihil, Mataram Semakin Dekat Wujudkan Kota Bebas Stunting
Mataram (NTBSatu) – Kota Mataram terus menunjukkan kemajuan dalam upaya menekan angka stunting. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting kini berada di angka 5,3 persen atau tersisa kurang dari seribu anak.
Capaian tersebut memperkuat optimisme pemerintah daerah untuk mewujudkan Kota Mataram bebas stunting dalam beberapa tahun ke depan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan mengatakan, jajarannya kini memusatkan perhatian pada balita usia di atas tiga tahun. Kelompok usia ini menjadi fokus utama karena membutuhkan waktu lebih lama untuk mengejar pertumbuhan daripada anak-anak yang mendapat intervensi sejak dini.
“Sekarang posisinya sudah mulai menurun signifikan. Intervensi kita saat ini pada kasus-kasus usia di atas 3 tahun karena progresnya memang agak lambat,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Emirald, penurunan angka stunting yang terjadi selama beberapa tahun terakhir tidak lepas dari berbagai intervensi yang menyasar anak usia 6 bulan hingga 2 tahun.
Upaya tersebut mencakup pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh dan pola makan yang sehat.
Meski angka stunting terus menurun, Emirald mengingatkan bahwa proses perbaikan kondisi anak tidak bisa berlangsung dalam waktu singkat.
Intervensi yang ada membutuhkan waktu sebelum menunjukkan hasil yang signifikan.
“Intervensi yang berjalan sudah menunjukkan hasil yang baik. Biasanya peningkatan signifikan baru terlihat setelah tiga sampai enam bulan,” katanya.
Ia optimistis, tren penurunan stunting akan terus berlanjut. Bahkan, Dinas Kesehatan menargetkan prevalensi stunting di Kota Mataram dapat turun hingga 4 persen pada tahun ini.
Kasus Stunting Didominasi Kelompok Balita
Emirald juga mengungkapkan, sebagian besar kasus stunting yang tersisa masih berasal dari kelompok balita. Namun, pihaknya mencatat capaian menggembirakan karena sepanjang tahun 2025 tidak muncul kasus stunting baru.
“Alhamdulillah tidak ada kasus baru tahun ini,” tegasnya.
Untuk mempercepat penurunan angka stunting, Dikes Kota Mataram terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu program yang tetap berjalan adalah Program Orang Tua Asuh yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak berisiko stunting.
Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Dikes berharap seluruh kasus yang masih tersisa dapat tertangani secara bertahap.
Dengan tren yang terus membaik dan tidak adanya kasus baru, Kota Mataram semakin dekat mewujudkan target sebagai kota bebas stunting. (*)




