Kontingen KSB Akomodir Kesiapan Atlet Menuju Porprov NTB 2026
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Kontingen Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengemban tugas ganda, sebagai peserta sekaligus pendukung tuan rumah menjelang Porprov NTB 2026. Pihak Kontingen bergerak cepat mengoordinasikan seluruh kesiapan teknis para atlet di lapangan.
Ketua Kontingen KSB, Merliza, S.Sos.I., M.M., memacu seluruh jajaran pengurus untuk mengawal ketat jalannya Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Kini, pihaknya fokus memperbarui data final para atlet dan tim penyokong.
“Karena Sumbawa Barat juga kebagian menjadi tuan rumah beberapa cabor, maka kami sekaligus menyiapkan hal tersebut karena menjadi bagian dari tugas kontingen dan penyelenggaraan Porprov yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 10 Juni 2026.
Pihak kontingen juga sedang menghitung kebutuhan jumlah ofisial yang akan mendampingi perjuangan atlet. Jumlah tim pendukung tersebut idealnya mencapai 30 persen dari total keseluruhan atlet.
Menjalankan Dua Misi
Selain mengurus kesiapan atlet, kontingen KSB juga mengemban tanggung jawab besar lain. Mereka harus menyukseskan peran KSB yang menjadi tuan rumah beberapa cabang olahraga (cabor).
Merliza membagi fokus jajarannya untuk menyelesaikan dua tugas besar tersebut secara bersamaan. Tugas melayani tamu dan menyiapkan internal kontingen merupakan satu kesatuan mutlak.
Mengenai urusan akomodasi dan logistik, pengurus kontingen masih menunggu arahan lebih lanjut. Mereka terus menjalin komunikasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTB.
“Kami menunggu kepastian dari KONI NTB mengenai pembagian akomodasi atlet. Masalah logistik secara detail memang belum keluar,” ujarnya.
Pihak panitia mengembalikan urusan pemenuhan konsumsi kepada manajemen internal masing-masing kabupaten. Langkah mandiri ini bertujuan untuk mencegah keterlambatan distribusi makanan di lapangan.
Manajemen lokal kontingen juga bisa menjamin kesegaran makanan yang akan para atlet konsumsi. Pola tersebut mempermudah pengawasan karena setiap pengurus mengenal atlet mereka secara dekat.
Saat ini internal kontingen KSB tengah bersiap menghadapi rapat teknis kedua bersama KONI NTB. Pertemuan itu bakal membahas skema keberangkatan tim secara lebih mendalam.
“Keterbatasan anggaran dan peralatan memang masih menjadi tantangan. Tidak semua cabang olahraga memiliki alat yang sama atau sesuai kebutuhan ideal, tetapi latihan tetap berjalan dengan mengacu pada standar dan petunjuk teknis masing-masing cabang olahraga,” ujarnya.
Merliza mengakui, keterbatasan anggaran dan peralatan olahraga menjadi tantangan pengurus kontingen. Namun, kendala tersebut tidak memadamkan semangat juang jajaran pelatih dan atlet.
Pengurus kontingen meminta setiap cabor tetap mematuhi petunjuk teknis (juknis) pertandingan. Standar tersebut wajib menjadi acuan utama selama sela-sela latihan di daerah.
Pihak kontingen targetkan medali emas kepada cabor potensial secara realistis. Merliza menaruh harapan besar pada cabor pencak silat untuk mendulang banyak emas.
“Harapan kami tentu bisa masuk lima besar. Memang tidak mudah, tetapi itu menjadi usaha yang harus kita sukseskan bersama-sama,” pungkasnya. (*)




