Anggaran DBHCHT Kota Mataram Sasar Penanganan Stunting dan Renovasi Faskes Tingkat Pertama
Mataram (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk menekan prevalensi stunting. Anggaran tersebut juga mencakup pembenahan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menjelaskan, intervensi stunting berfokus pada kegiatan promotif serta preventif.
Dukungan ini terwujud melalui pengadaan perangkat antropometri, seperti timbangan digital bayi, timbangan dewasa, serta stadiometer pengukur tinggi badan.
Menurut dr. Emirald, ketersediaan sarana pemantauan akurat merupakan fondasi penting dalam menekan angka stunting bagi warga Kota Mataram.
“Penanganan stunting membutuhkan dukungan sarana pemantauan memadai. Alat ukur standar menjadi penunjang utama tenaga kesehatan memantau tumbuh kembang anak, sehingga datanya jauh lebih akurat,” ujarnya, Sabtu, 7 November 2026.
Selain menyasar perbaikan gizi anak, alokasi DBHCHT turut meningkatkan mutu sarana prasarana faskes tingkat pertama. Pemanfaatannya mencakup pengadaan stok obat-obatan serta Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) demi menjamin ketersediaan logistik medis.
“Anggaran DBHCHT ini juga kami arahkan untuk memperkuat sarana prasarana faskes dasar, mulai dari ketersediaan obat hingga rehabilitasi Puskesmas Pagesangan dan Pustu Monjok,” tambahnya.
Pembenahan sarana fisik maupun kelengkapan medis ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Mataram dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan dasar.
“Kami harap fasilitas yang lebih representatif ini membuat masyarakat mengakses hak layanan kesehatan secara optimal, cepat, serta berkualitas,” pungkas dr. Emirald. (*)




