Optimalkan Dana Cukai 2026, Pemkot Mataram Fokuskan Pembinaan Desain dan Pemasaran Digital UMKM
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 sebesar Rp2 miliar untuk membina pelaku UMKM. Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram memfokuskan anggaran tersebut pada dua program utama, yakni pelatihan desain kerajinan mutiara dan pemasaran digital.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, mengatakan pemanfaatan dana cukai ini menyasar peningkatan keterampilan pelaku usaha agar siap bersaing. Pembinaan tidak lagi berhenti pada cara memproduksi barang, melainkan ikut menyentuh kreativitas desain serta strategi pemasaran.
“Pemanfaatan DBHCHT menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan pasar,” ujar Jemmy, Sabtu, 7 November 2026.
Pada sektor produksi, dinas menggelar pelatihan desain perhiasan mutiara selama tiga hari.
Sebanyak 35 peserta perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Mataram mengikuti kegiatan ini. Mereka belajar membuat bros bermotif tembolak untuk menonjolkan ciri khas daerah sekaligus mendongkrak nilai jual perhiasan.
“Lewat pelatihan ini, kami mendorong perajin mengembangkan desain yang memiliki kekhasan Mataram. Motif tembolak menjadi pilihan karena sudah mengantongi hak kekayaan intelektual (HAKI), sehingga bisa menjadi produk kerajinan yang lebih bernilai,” kata Jemmy.
Pelatihan bros tembolak ini melanjutkan rangkaian program pembinaan sebelumnya. Beberapa waktu lalu, dinas sudah lebih dulu melatih peserta laki-laki membuat bros Sangkareang. Pemerintah sengaja melibatkan peserta dari berbagai kecamatan supaya manfaat program merata di seluruh wilayah.
Selain memperkuat tampilan produk, Pemkot Mataram juga melatih 25 pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran digital (digital marketing).
Peserta mendapat materi seputar pembuatan konten promosi dan cara mengoptimalkan platform digital untuk menarik pembeli dari luar daerah.
“Pelaku usaha perlu memahami cara mempromosikan produknya secara menarik di ruang digital. Kami berharap ilmu tersebut langsung diterapkan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan,” pungkas Jemmy. (*)




