Lombok TimurPariwisata

Kolam Jernih Mirip Hotel, Pancor Datok Cukup Bayar Rp3.000

Lombok Timur (NTBSatu) – Kilauan air jernih menyambut pengunjung yang datang ke Wisata Air Pancor Datok, Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Dari tepian kolam, dasar pemandian terlihat jelas berkat kejernihan air yang bersumber langsung dari mata air alami.

Kolam yang sudah berlapis keramik itu menjadi daya tarik utama wisata ini. Airnya mengalir dari sela-sela bebatuan sebelum bermuara ke kolam pemandian.

Wisata Air Pancor Datok mulai dirintis masyarakat setempat pada 2018. Ketua Pengelola Wisata Air Pancor Datok, Tony Soladin, menceritakan, awalnya kawasan mata air tersebut hampir beralih kepemilikan karena pemilik lahan sempat berencana menjualnya kepada pihak lain.

Namun, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh agama memilih bermusyawarah untuk mempertahankan potensi mata air tersebut. Mereka kemudian sepakat mengembangkan kawasan itu menjadi destinasi wisata.

“Kami rembuk bersama pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Akhirnya, muncul kesepakatan untuk menjadikannya tempat wisata,” cerita Toni, Minggu, 8 November 2026.

Menurutnya, pengembangan wisata tersebut tidak sekadar bertujuan memanfaatkan potensi alam. Kehadirannya juga diharapkan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, khususnya kalangan pemuda yang belum memiliki pekerjaan.

Nama Pancor Datok sendiri memiliki cerita tersendiri. Masyarakat mengambil nama tersebut dari panggilan kepada salah seorang sesepuh yang dahulu tinggal di kawasan itu.

“Nama Pancor Datok kami ambil dari panggilan sesepuh terdahulu di sini. Kami ingin mengangkat kembali nama itu sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang beliau,” jelas Toni.

Pesona Alam dan Tantangan Wisata

Di sekitar kolam, pepohonan rindang dan bambu tumbuh mengelilingi kawasan pemandian. Sementara itu, hamparan persawahan di bagian depan menghadirkan pemandangan hijau yang membuat suasana terasa lebih tenang.

Kombinasi kejernihan air dan lingkungan yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bisa menikmati kesegaran mata air sekaligus bersantai di tengah suasana pedesaan.

Namun, keindahan alam tersebut belum sepenuhnya mampu menjaga jumlah kunjungan. Toni mengakui, dalam beberapa tahun terakhir, pengunjung Pancor Datok justru cenderung menurun.

“Semakin kesini, semakin menurun dia jumlah pengunjungnya. Paling yang datang, orang-orang yang dari sekitar sini aja,”

Menurutnya, keterbatasan infrastruktur kolam, minimnya penambahan spot foto, serta munculnya destinasi wisata lain menjadi sejumlah penyebabnya.

“Pengunjung mungkin mulai bosan karena pemandangannya itu-itu saja. Infrastruktur di kolam juga belum banyak kami tambah, sementara sekarang sudah ada wisata-wisata lain yang menjadi pilihan,” ungkapnya.

Selain fasilitas, pengelola juga menghadapi perubahan debit mata air. Saat musim hujan, debit air cenderung meningkat. Sebaliknya, kemarau panjang membuat aliran air berkurang.

Siapkan Taman Literasi

Untuk menghidupkan kembali minat pengunjung, pengelola mulai merencanakan sejumlah pengembangan fasilitas. Mereka ingin menambah kolam pemandian, menyediakan tempat duduk, serta menghadirkan taman literasi di kawasan wisata.

Konsep taman literasi diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Mereka tidak hanya datang untuk berenang, tetapi juga bisa membaca dan mengenal potensi serta kehidupan masyarakat sekitar.

“Ke depan, kami ingin menambah kolam dan membuat tempat literasi membaca. Jadi, pengunjung tidak hanya datang untuk mandi, tetapi juga bisa mendapatkan wawasan tentang apa saja yang ada di dusun ini,” jelas Toni.

Saat ini, pengelola mematok tarif masuk sebesar Rp3.000 per orang. Jika penambahan fasilitas terealisasi, mereka berencana menaikkan tarif menjadi Rp5.000.

“Pengunjung kebanyakan masih dari lokal. Tapi, wisatawan dari luar daerah juga tetap ada, biasanya dalam satu minggu pasti ada yang datang,” Kata Toni.

Bagi para pemuda pengelola, Pancor Datok bukan sekadar tempat pemandian. Mereka ingin menjaga mata air alami tersebut sekaligus mengembangkan potensi desa agar memberikan manfaat ekonomi dan ruang belajar bagi masyarakat. (*)

Artikel Terkait