Pemprov NTB Pacu Akselerasi Program Desa Berdaya di Kabupaten Sumbawa
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memacu efektivitas pelaksanaan Program Desa Berdaya. Program ini dikawal oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, meninjau langsung pelaksanaan program unggulan tersebut. Peninjauan dilakukan di Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Sebelumnya, Wagub juga mengunjungi Desa Air Suning di Kabupaten Sumbawa Barat.
“Ketika mengajukan program, para kepala desa harus optimistis bahwa program tersebut dapat terlaksana secara tuntas. Desa Berdaya ini terancang agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan intervensi secara kolaboratif, baik di sektor pertanian, peternakan, pariwisata, hingga kesehatan, sehingga dampaknya terukur,” ujarnya pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kegiatan lapangan ini bertujuan memastikan instrumen penanganan kemiskinan ekstrem berjalan tepat sasaran. Bappeda NTB merancang program ini untuk memperkuat ekonomi desa di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Akselerasi Pencairan Dana
Bappeda NTB mencatat 257 desa dan kelurahan menjadi sasaran program. Saat ini, 130 desa masih menyelesaikan pencairan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Pemprov NTB mengapresiasi aparatur Kecamatan Alas. Seluruh desa di wilayah tersebut telah menuntaskan pencairan dana. Pemerintah terus mendorong desa lain di Sumbawa bagian barat untuk mempercepat pengajuan program.
Langkah ini penting agar manfaat ekonomi segera masyarakat desa rasakan. Evaluasi Bappeda NTB menekankan pentingnya kolaborasi antar-OPD.
Sektor pertanian dan peternakan mencatat realisasi fisik paling cepat. DPMD Dukcapil NTB akan mempublikasikan kisah sukses ini sebagai percontohan bagi desa lain.
Selain ekonomi, program ini mengintegrasikan sektor pendidikan dan sosial. Wagub menginstruksikan para kepala sekolah memperkuat sinergi demi menekan angka anak putus sekolah.
Pendidikan menjadi indikator utama dalam pengentasan kemiskinan daerah. Kepala desa wajib memastikan bantuan menyasar kelompok rentan.
Skema Pengentasan Kemiskinan
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, melaporkan situasi daerah yang aman. Kabupaten Sumbawa menerapkan dua skema utama Program Desa Berdaya.
Skema pertama adalah Desa Berdaya Tematik untuk mengoptimalkan potensi lokal desa. Skema kedua berupa Desa Berdaya Transformatif untuk menangani kemiskinan ekstrem.
Sumbawa juga mencatat capaian positif pada sektor perlindungan sosial. Kasus kekerasan terhadap perempuan turun dari 85 kasus pada 2025 menjadi 61 kasus pada 2026. Dinas P2KBP3A Sumbawa telah memediasi 53 pasangan untuk menekan pernikahan anak.
Rangkaian kegiatan berakhir dengan peninjauan penangkaran sapi di Dusun Telaga Bakti. Peninjauan ini memastikan dana BKK dikelola secara produktif oleh kelompok masyarakat. (*)




