Lewat Desa Berdaya, 540 Rumah di Air Suning Disasar Bantuan Alat Pemilah Sampah
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Pemerintah Desa Air Suning, Kabupaten Sumbawa Barat mengubah pola penanganan sampah dengan menyasar unit rumah tangga. Sebanyak 540 rumah di 3 dusun dan 19 RT dilibatkan langsung dalam pemilahan limbah.
Bantuan alat yang sedia meliputi ember biopori untuk limbah organik serta karung khusus sampah anorganik. Sistem ini merancang penampungan sampah dapur di setiap RT sebelum tersalurkan ke bank sampah desa.
Kepala Desa Air Suning, Irwan Yuliono, membeberkan pentingnya edukasi pemilahan sampah dari tingkat keluarga. Langkah taktis ini dinilai ampuh memangkas volume penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.
“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi kita
tumpuk di hilir,” kata Irwan Yuliono, Jumat, 6 November 2026.
Ia menambahkan, pembagian sarana ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang potensi nilai ekonomi limbah. Pihaknya berkomitmen mengawal penggunaan peralatan tersebut agar memberikan dampak jangka panjang.
“Harapan kami, Desa Air Suning bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan bernilai ekonomis,” tuturnya.
Data dan Sasaran
Di sisi lain, Pemprov NTB terus memperluas program Desa Berdaya ke 257 desa dan kelurahan. Program intervensi ini terfokuskan untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengungkapkan sebanyak 216 dari 224 desa sasaran telah mengantongi rekomendasi. Total 105 desa di antaranya sudah menerima pencairan dana secara resmi.
Pemerintah membagi pelaksanaan program menjadi dua pola pendekatan, yaitu Desa Berdaya Tematik dan Transformatif. Pendekatan tematik mengucurkan bantuan hingga Rp500 juta untuk penguatan potensi lokal dan lingkungan desa.
“Desa Berdaya Tematik kita arahkan, pemerintah desa dan kelurahan untuk mengembangkan potensi lokal melalui tiga tema utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan,” jelas Nelly.
Sementara itu, pola transformatif menugaskan satu pendamping untuk mendampingi 50 kepala keluarga miskin ekstrem. Skema ini mengintervensi 7.250 keluarga penerima manfaat agar mandiri secara ekonomi.
“Kita berikan modal peralatan usaha dan terus mengawal perkembangannya,” pungkasnya. (*)




