Lombok Timur

Tembolak Merah, Tradisi Penyambutan Tamu yang Jaga Kekompakan Warga Beririjarak

Lombok Timur (NTBSatu) – Masyarakat Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, masih terus menjaga tradisi Tembolak Merah. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan kepada tamu sekaligus mempererat kebersamaan warga desa.

Kepala Desa Beririjarak, H. Lalu Muktar menjelaskan, Tembolak merah awalnya merupakan tradisi masyarakat saat hari  besar islam dengan membawa dulang berisi makanan ke masjid. Seiring waktu, tradisi tersebut dikemas menjadi penyambutan khusus bagi tamu yang datang ke desa.

“Tembolak merah ini diusung oleh ibu-ibu yang jalannya beriringan sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu,” ujarnya pada NTBSatu, Jumat, 29 Mei 2026.

IKLAN

Sekitar tahun 2014, masyarakat mulai memfokuskan tradisi ini sebagai penyambutan tamu. Ketika rombongan donatur asal Singapura rutin datang menyalurkan hewan kurban ke Desa Beririjarak. Sejak saat itu, masyarakat sepakat menjadikan Tembolak Merah sebagai identitas budaya Desa Beririjarak.

Dalam pelaksanaannya, ratusan warga dari tiga wilayah kedusunan ikut terlibat membawa dulang. Dulang itu berisi makanan tradisional, lauk pauk, buah, hingga jajanan khas daerah.

“Dari tiga dusun, semua kepala keluarga menaikkan atau membawa dulang itu, jumlahnya sekitar 700-an,” ujarnya.

IKLAN

Esensi utama dari Tembolak Merah bukan sekadar iring-iringan dulan. Namun, menumbuhkan kekompakan, budaya bersedekah, dan memperkuat silaturahmi antarwarga.

“Membangun silaturahmi antarmasyarakat, yang memperkuat kesatuan dan persatuan,” ujarnya.

Selain menjadi tradisi turun-temurun, masyarakat sekitar menganggap Tembolak Merah mampu menjaga nilai gotong royong. Masyarakat melakukan seluruh melalui musyawarah desa. Tujuannya, agar pelaksanaan tradisi berjalan lancar.

“Semuanya terlibat, semua unsur masyarakat tanpa terkecuali,” katanya.

Ke depan, Ia berharap masyarakat luas semakin mengenal Tembolak Merah sebagai ciri khas Desa Beririjarak. Selain menjadi daya taraik budaya, tradisi itu juga mampu memperkuat hubungan masyarakat dengan tamu yang datang berkunjung ke desa tersebut. (*)

Artikel Terkait

Back to top button