Lombok TimurPemerintahan

Populasi Ayam Petelur Lombok Timur Tembus 1,3 Juta Ekor

Lombok Timur (NTBSatu) – Populasi ayam petelur di Kabupaten Lombok Timur hampir mencapai 1,3 juta ekor. Peningkatan tersebut berlangsung dalam kurun waktu enam bulan terakhir, seiring meningkatnya permintaan telur untuk memenuhi kebutuhan pasar, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur, Masyhur mengatakan, perkembangan peternakan unggas di daerah itu cukup pesat. Menurutnya, program MBG turut mendorong pertumbuhan usaha peternakan, khususnya ayam petelur.

“Populasi ayam petelur kita sekarang ini sudah hampir menyentuh 1,3 juta ekor. Perkembangannya cukup cepat, dalam kurun waktu hanya enam bulan,” kata Masyhur, Minggu, 1 November 2026

Selain ayam petelur, populasi ayam pedaging di Lombok Timur juga mencapai sekitar 17 juta ekor dalam kurun waktu satu tahun.

Dari jumlah tersebut, sekitar 7 juta ekor dikirim ke Pulau Sumbawa untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah tersebut.

“Untuk ayam pedaging kita, dalam satu tahun ini sudah menyentuh 17 juta ekor. Bahkan, hampir 7 juta ekor sudah kita kirim ke Pulau Sumbawa,” jelasnya.

MBG Buka Peluang Peternak

Masyhur menilai, meningkatnya permintaan dari program MBG turut membuka peluang bagi peternak lokal untuk memperluas usaha.

“Kita melaksanakan ini dengan hilirisasi. Dampak dari program MBG juga terlihat dari meningkatnya perkembangan peternakan unggas di Lombok Timur,” kata Masyhur.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan populasi ternak, tetapi juga mengarahkan peternak agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Karena itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur juga membuka peluang pembiayaan bagi peternak unggas melalui program Lotim Berkembang. Program tersebut diharapkan dapat membantu peternak mengembangkan usaha ayam petelur maupun ayam pedaging.

Masyhur mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk menyosialisasikan skema pembiayaan tersebut kepada peternak.

“Kami akan mengumpulkan seluruh kepala UPT untuk menyosialisasikan skema pembiayaan ini kepada peternak, baik peternak sapi maupun unggas,” kata Masyhur.

Melalui langkah itu, pemerintah berharap pertumbuhan peternakan unggas di Lombok Timur tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga memperkuat pasokan pangan untuk wilayah lain. (*)

Artikel Terkait