Advertorial

Desa Senggigi Siapkan Wisata Edukasi Baru di Bukit Loco, Anggaran Rp300 Juta Dari Desa Berdaya

Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, menyiapkan pengembangan destinasi wisata edukasi di kawasan Bukit Loco. Pengembangan tersebut memanfaatkan program Desa Berdaya Tematik dengan anggaran Rp300 juta. Pemerintah desa akan menggunakan bantuan tersebut untuk menata kawasan wisata berbasis pengetahuan.

Kepala Desa Senggigi, Mastur mengatakan, pengembangan wisata edukasi menjadi pilihan berdasarkan potensi utama desanya. Sebagai desa destinasi wisata, Senggigi ingin menghadirkan pilihan wisata yang lebih beragam.

“Karena Desa Senggigi merupakan desa destinasi wisata, makanya kita mendapatkan dana Desa Berdaya Tematik,” ungkap Mastur kepada NTBSatu, Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah desa mengarahkan anggaran tersebut untuk menata kawasan baru. Konsepnya menggabungkan wisata alam, edukasi, dan aktivitas pembelajaran bagi pengunjung.

“Nah, karena kita mendapatkan dana Rp300 juta untuk Desa Berdaya Tematik, itu kita plotkan untuk penataan destinasi baru yang berbasis destinasi edukasi,” jelasnya.

Luas 50 Are Disiapkan

Lebih lanjut, kawasan Bukit Loco di Dusun Loco menjadi lokasi pengembangan tersebut. Pemerintah desa telah menyiapkan lahan seluas 50 are untuk mendukung rencana pembangunan.

Mastur menyebut, pemerintah desa membeli lahan tersebut pada 2024. Langkah itu menjadi bagian dari persiapan jangka panjang pengembangan destinasi wisata baru.

“Lahan sudah ada. Pada tahun 2024, kita beli lahan di atas untuk mempersiapkan ini semua, sekitar 50 are atau setengah hektare,” katanya.

Mastur berharap program tersebut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kehadiran destinasi edukasi harapannya memperkaya pilihan wisata di Senggigi.

Bappeda Sebut 257  Desa dan Kelurahan Penerima Manfaat Program

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan, dari total sasaran tersebut, sebanyak 224 merupakan desa dan 33 lainnya merupakan kelurahan.

Dari 224 desa sasaran, sebanyak 216 telah memperoleh rekomendasi. Sebanyak 206 pengajuan sudah mereka sampaikan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB.

“Ada 59 lainnya masih memerlukan perbaikan administrasi. Kemudian, desa yang telah menerima transfer dana tercatat sebanyak 105 desa,” Jelas Nelly, Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan sesuai proposal dan rencana bisnis yang telah setiap desa ajukan. Percepatan realisasi program harapannya dapat membuat manfaat bantuan segera masyarakat rasakan sekaligus menggerakkan perekonomian di tingkat desa.

“Segera membelanjakan, memproduksi, membuat apa yang memang sudah masuk di dalam rencana bisnis yang sudah diajukan di dalam proposalnya,” imbau Nelly.

Pemprov NTB memastikan pelaksanaan program Desa Berdaya tetap mengacu pada rencana kegiatan dan kebutuhan masing-masing desa penerima bantuan. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait