Advertorial

Warga Desa Taman Ayu Dapat Rp7 Juta dari Desa Berdaya

Lombok Barat (NTBSatu) – Program Desa Berdaya di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, disiapkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui bantuan usaha. Dalam salah satu skema Desa Berdaya, yakni Transformatif, setiap warga penerima manfaat di Taman Ayu memperoleh dukungan sebesar Rp7 juta. Bantuan itu diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha produktif masyarakat.

Kepala Desa Taman Ayu, Tajudin mengatakan, pemerintah desa telah menyiapkan sejumlah calon penerima dan pendamping program. Persiapan tersebut ia lakukan agar pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kalau untuk yang transformatif itu ada pendamping. Di desa itu masing-masing Rp7 juta satu KK,” ungkap Tajudin kepada NTBSatu, Jumat, 30 Oktober 2026.

Menurutnya, pemerintah desa ingin memastikan masyarakat memiliki kesiapan sebelum program berjalan. Karena itu, persiapan sumber daya manusia dan pendampingan menjadi perhatian pemerintah desa.

“Kita sudah siapkan juga untuk SDM yang menjalankan Desa Berdaya ini nantinya,” jelas Tajudin.

Tak Hanya Transformatif, Namun Tematik Juga Ada

Selain bantuan usaha, pemerintah desa juga menyiapkan program tematik untuk mengembangkan potensi lokal. Pengembangan pariwisata dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari rencana tersebut.

“Kami sudah siapkan. Pokdarwis sudah, pengurus Madu Trigona juga sudah siap sekali menerima programnya. Cuma programnya belum turun,” jelasnya.

Meski demikian, Tajudin mengakui dana Desa Berdaya belum diterima pemerintah desa. Ia berharap pencairan segera terealisasi agar berbagai persiapan dapat berlanjut ke tahap pelaksanaan.

“Tinggal tunggu anggarannya turun aja dari kami ini. Kami sudah siap secara fasilitas dan SDM,” ujar Tajudin.

Selain itu, Tajudin juga menyebut ia telah menyiapkan beberapa fasilitas seperti toilet. Ia tak menganggarkan itu dalam proposalnya di Desa Berdaya. Namun, ia menganggarkan musola dan tempat parkir.

“Ya, makanya ketika kita sudah buat toilet. Kita nggak anggarkan toilet di sana. Kita nganggapkan musyola sama tempat parkir,” katanya.

Pemprov Bsgi Desa Berdaya Jadi Dua

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus melanjutkan program Desa Berdaya, hingga akhir 2026, Program tersebut menyasar 257 desa dan kelurahan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan, dari total sasaran tersebut, sebanyak 224 merupakan desa dan 33 lainnya merupakan kelurahan.

Nelly menjelaskan, Pemprov NTB menjalankan Desa Berdaya melalui dua pendekatan, yakni Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif.

Melalui pendekatan tematik, pemerintah memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta kepada desa untuk menyelesaikan persoalan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

“Desa Berdaya Tematik kita arahkan, pemerintah desa dan kelurahan untuk mengembangkan potensi lokal melalui tiga tema utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Desa Berdaya Transformatif menyasar langsung keluarga miskin ekstrem melalui pendampingan dan pemberdayaan ekonomi.

Dalam skema ini, satu orang pendamping bertugas mendampingi 50 kepala keluarga (KK) miskin ekstrem. Pendamping akan mengidentifikasi potensi dan kemampuan keluarga untuk menentukan jenis usaha yang sesuai.

“Jadi bukan seperti Sinterklas, kita kasih duit terus selesai. Kita berikan modal untuk membeli peralatan usaha, kemudian kita dampingi. Karena tidak semua orang berbakat berbisnis langsung sukses,” jelas Nelly. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait