Kota Mataram

Abrasi di Pesisir Mataram Kian Parah, Dinas PUPR Ajukan Pembangunan Pemecah Gelombang Rp240 Miliar

Mataram (NTBSatu) – Abrasi di wilayah pesisir Kota Mataram semakin mengkhawatirkan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram pun mengusulkan, pembangunan breakwater atau pemecah gelombang senilai Rp240 miliar ke Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning mengatakan, abrasi di sejumlah kawasan pantai rata-rata mencapai satu meter per tahun.

“Abrasi ini sangat urgen. Kita lihat saja di Pondok Prasi, badan jalan yang lebarnya 4,5 meter dan rumah warga di pinggir pantai nyaris habis tergerus ombak,” jelasnya, Selasa, 26 Mei 2026.

IKLAN

Dinas PUPR Kota Mataram memprioritaskan pembangunan breakwater pada empat titik yang masuk kategori krusial, yakni Pondok Prasi, Mapak, Kampung Bugis, dan Pantai Gading.

Menurut Lale, usulan anggaran Rp240 miliar tersebut sudah masuk dalam database Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Usulan kami sekitar Rp240 miliar rupiah. Itu masih usulan awal, sekarang kami menunggu perkembangan dari pusat karena pelaksana nanti Pemerintah Pusat,” katanya.

IKLAN

Ia berharap, Pemerintah Pusat segera merealisasikan pembangunan pemecah gelombang agar abrasi tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga.

Lale juga mencontohkan penanganan abrasi pada sejumlah sungai di Mataram yang mulai berjalan, seperti Sungai Unus dan Sungai Ancar.

“Alhamdulillah penanganan di beberapa sungai sudah mulai berjalan. Kami berharap pembangunan breakwater di titik-titik krusial ini juga segera terealisasi,” tambahnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button