Target Siswa Sekolah Rakyat Sumbawa Turun Jadi 2.150 Orang
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengungkapkan perubahan target jumlah siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa dari 3.000 menjadi 2.150 orang. Penyesuaian tersebut mengikuti perubahan rencana pembangunan gedung sekolah yang semula empat lantai menjadi tiga lantai.
“Sekolah Rakyat yang awalnya menargetkan 3.000 siswa, sekarang menjadi 2.150 siswa karena ada perubahan keputusan. Awalnya, bangunan Sekolah Rakyat direncanakan empat lantai, tetapi kemudian menjadi tiga lantai. Karena itu, kita fokuskan jumlah siswa menjadi 2.150,” ujarnya, Senin 19 Oktober 2026.
Selain penyesuaian kapasitas, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan dalam mencari calon siswa. Sejumlah orang tua masih merasa keberatan jika anak mereka harus tinggal atau belajar jauh dari keluarga.
Bupati Jarot mengakui, pemerintah daerah menghadapi kesulitan saat mencari anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengikuti program Sekolah Rakyat. Menurutnya, sebagian orang tua belum siap berpisah dengan anak mereka.
“Untuk mencari siswa Sekolah Rakyat juga agak susah karena orang tua mereka belum mau melepas anak-anaknya. Alasannya, mereka tidak bisa jauh dari anak-anaknya. Jadi, kemarin kami menghadapi kesulitan,” ungkapnya.
Padahal, pemerintah daerah menargetkan setiap desa mengirimkan satu siswa untuk mengikuti program tersebut. Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat pendataan dan pendekatan kepada keluarga agar anak-anak yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
Minta Kades Data Anak dari Keluarga Kurang Mampu
Untuk memperluas jangkauan program, Bupati Jarot meminta kepala desa ikut mencari calon siswa dari keluarga kurang mampu. Ia menilai pemerintah desa memiliki peran penting dalam mengenali kondisi keluarga dan anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.
“Para kepala desa perlu mendukung program Sekolah Rakyat dengan mendata anak-anak dari keluarga yang kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang baik,” tegasnya.
Selain meminta dukungan kepala desa, Bupati Jarot juga mengarahkan Dinas Sosial untuk mencari calon siswa. Ia menyebut pemerintah daerah berhasil memperoleh 30 siswa melalui upaya pencarian sebelumnya.
“Target kita sebenarnya satu desa satu siswa Sekolah Rakyat. Alhamdulillah, kemarin kita mendapatkan 30 siswa. Saya meminta kepala Dinas Sosial untuk mencari calon siswa,” tambahnya.
Melalui kerja sama pemerintah desa dan Dinas Sosial, pemerintah daerah berharap dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. (*)




