HukrimKota Mataram

Dasan Agung Mataram Jadi Sasaran Operasi Narkoba, 5 Orang Positif Sabu

Mataram (NTBSatu) – Kawasan permukiman padat Jalan Gunung Baru, Gang Mamiq Emet, Lingkungan Arong Barat, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, menjadi sasaran operasi gabungan pemberantasan narkoba.

Sebanyak lima orang terjaring dalam operasi tersebut. Hasil tes urine menunjukkan kelimanya positif mengonsumsi metamfetamin atau sabu.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram, Kombes Pol Yuanita Amelia Sari menegaskan, penindakan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberantas narkotika.

“Kegiatan ini merupakan upaya penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sekaligus bentuk sinergi antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika,” tegas Yuanita saat dikonfirmasi Senin, 19 Oktober 2026.

Ia menegaskan, BNN dan kepolisian tidak akan berhenti pada penindakan terhadap pengguna. Penyelidikan juga bertujuan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

“Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku peredaran gelap narkoba. Sinergi bersama Kepolisian ini menjadi bukti komitmen kami mewujudkan lingkungan masyarakat yang bersih dari ancaman barang haram tersebut,” lanjutnya.

Penindakan ini merupakan bagian dari pemetaan kawasan rawan narkoba di Kota Mataram. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menekan peredaran gelap narkotika.

Selain Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, dan sejumlah kawasan lain turut menjadi perhatian. Wilayah tersebut meliputi Dasan Agung, Abian Tubuh, hingga Mandalika.

Kawasan-kawasan itu masuk dalam peta intervensi prioritas berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Mataram. Sementara itu, kawasan pesisir Ampenan masih berstatus zona kuning atau waspada.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP Abitsatya Darma Wiryatmaja mengatakan, kelima orang tersebut beserta barang bukti diserahkan kepada penyidik Polresta Mataram. Pihak kepolisian melanjutkan proses hukum sekaligus mengembangkan penyelidikan kasus tersebut.

Penyidik terus mendalami dugaan keterlibatan setiap orang yang mereka amankan. Selain itu, penyidik menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

“Kami terus mendalami dugaan keterlibatan masing-masing pihak serta melakukan pengembangan penyelidikan guna membongkar kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat,” pungkas Abitsatya. (*)

Artikel Terkait